Mohon tunggu...
Musri Nauli
Musri Nauli Mohon Tunggu... Administrasi - Media Ekspresi untuk melihat problema hukum, gejala-gejala sosial dan alam kosmologi Rakyat Indonesia

Saya mencatat peristiwa disekitar saya yang sering diperlakukan tidak adil. Dari kegelisahan saya, saya bisa bersuara. Saya yakin, apa yang bisa saya sampaikan, akan bermakna suatu hari nanti.\r\nLihat kegelisahan saya www.musri-nauli.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Mourinho Indonesia

6 Agustus 2018   21:59 Diperbarui: 6 Agustus 2018   23:12 442
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Analisis Cerita Pemilih. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG

Ketika Porto menjuarai Piala Champion 2004, dunia kaget dengan kemenangannya. Publik kemudian berpaling dan mulai mengenal Jose Mario Dos Santos Mourinho Felix yang kemudian dikenal sebagai Jose Mourinho. Jose Mourinho kemudian dikenal sebagai "ahli strategi" dan piawai matematika.

Kelebihannya dengan menguasai matematika dengan memperhitungkan "kecendrungan" pemain (termasuk arah tendangan) membuat tim setua Intermilan mampu menjadi Juara Champion tahun 2010. Gaya Mourinho dengan "memarkir" pemain hingga 10 orang didalam kotak penalty membuat Mourinho dikenal pemain "licik" dan membuat meme memarkir bis.

Kemampuan Mourinho menaklukan tim-tim Besar seperti Barca, Madrid, Bayer Muecnhen membuat dia lirik menjadi Pelatih. Chelsea, Intermilan, Read Madrid dan MU adalah klub-klub internasional yang pernah merasakan tanda tangan sebagai pelatih.

Lihatlah seperti Barca yang "kagok" menghadapi "parker bis" yang dimainkan oleh Mourinho mengatur Intermilan. Cara yang kemudian berhasil memenangkan Intermilan menjuarai Champion 2010.

Sehingga Mourinho kemudian dikenal sebagai ahli strategi. Menguasai setiap permainan, memahami karakter lawan dan mampu menggerakkan tim walaupun compang camping. Karakter Mourindho membuat apapun dilatihnya membuat tim dihormati dan sering bingung dengan strategi yang dimainkan oleh Mourinho.

Lalu apa hubungan dengan Mourinho dengan politik Indonesia ?

Ya. Cara ini dimainkan oleh Jokowi dalam politik kontemporer. Dengan memasang Ali Moechtar Ngabalin (TA KSP) sebagai "juru bicara", menarik Idrus Marhan sebagai Menteri Sosial, Mahfud MD (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila), Tuan Guru Bajang (TGB/Tim Pemenangan Prabowo/Gubernur NTB).

Cara yang juga dilakukan Prabowo merekrut Anies Baswedan (juru bicara Jokowi) sebagai Gubernur Jakarta.

Diibaratkan pertandingan sepakbola, sukses Jokowi merekrut orang penting Tim Pemenangan Prabowo setelah berhasil membangun koalisi dengan Partai Golkar dan PPP (2 partai semula pendukung Prabowo) membuktikan, darah pemain tim Jokowi lebih segar. Jokowi sedang membangun "gelandang" serang untuk counter attack (serangan balik) setelah selama ini tim terus digempur empat tahun terakhir.

Masuknya TGB didalam koalisi Jokowi membuktikan "kejelian" Jokowi memenangkan pertarungan "psy war". TGB yang sempat digadang-gadang koalisi Prabowo, berhasil "memenangkan pertarungan".

Secara "psy war', TGB dianggap representative tokoh Islam yang disegani (dengan background Doktor dari Timur Tengah) berhasil "meredam" serangan. Seruan TGB tentang "penggunaan ayat-ayat perang" berhasil "memisahkan antara perjuangan agama dan cuma urusan pilpres. "Setting" menjelang pilpres menjadi buyar setelah sebelumnya TGB merupakan kandidat kuat untuk pilpres.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun