Mohon tunggu...
Murwat
Murwat Mohon Tunggu... wiraswasta -

Trimo Ing Pandum

Selanjutnya

Tutup

Humor

[Humor] Indah Pada Waktunya

16 September 2011   18:34 Diperbarui: 26 Juni 2015   01:54 545
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humor. Sumber ilustrasi: PEXELS/Gratisography

Malam tadi cuaca mulai mendung.  Tampaknya akan turun hujan deras seperti kemarin.  Lumayan buat menyegarkan alam akibat musim hujan terlambat datang.  Hanya saja ada efek samping, yaitu memperdingin dan memperperih perut yang lapar. Perut Abik yang dari siang belum kemasukan karbohidrat satu gram pun

"Kamu punya uang?" tanya Abik kepada Endi

"Kosong", jawab Endi singkat. "Kenapa, lapar? Sama dong!"

"Hidup susah bener ya, kapan merasakan enak".

"Sabar kawan, suatu saat pasti berubah. Akan indah pada waktunya hehehehe..."

"Ah, teori! Sok tahu. Kalimat itu cuma bisa menenangkan hati, tapi nggak bisa mendiamkan musik keroncong".

"Hidup adalah misteri",  Endin mengutip kata aneh lagi.

"Tapi perut lapar rasanya nyeri, tau!"

Mengobrol terbukti ampuh untuk menunda rasa lapar. Hanya menunda sih.  Saat mulut jeda bicara, suara perut menggema memecah kesunyian.

Disaat kesunyian pecah, datanglah seorang wanita menghampiri mereka.  Wanita itu dikenalnya sebagai seorang karyawati restoran siap saji.  Tidak seperti restoran lain yang membuang sisa makanan yang tidak terjual, restoran tempatnya bekerja memperbolehkan karyawannya membawa makanan sisa itu pulang.  Terserah mau diberikan kepada siapa.  Yang penting penerima harus dikasih tahu terlebih dahulu bahwa makanan itu bukan makanan segar walaupun tidak basi.  Biar penerima tahu bahwa makanan yang disajikan di restorannya rasanya jauh lebih enak saat masih segar.  Jadi jangan sampai ada kesimpulan bahwa makanannya tidak begitu enak hanya berdasarkan fakta rasa makanan sisa itu.

"Sudah makan?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humor Selengkapnya
Lihat Humor Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun