Murtiyarini Murtiyarini
Murtiyarini Murtiyarini Blogger / PNS

Penulis Lepas

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Kantor Peduli Hidrasi, Karyawan Sehat dan Produktif

6 Desember 2017   08:01 Diperbarui: 6 Desember 2017   09:53 2498 9 8
Kantor Peduli Hidrasi, Karyawan Sehat dan Produktif
Skala warna urin sehat. Foto: Dokumentasi pribadi

 Jika Anda seorang bos atau pimpinan, tentu kesal menemukan kejadian-kejadian berikut ini di kantor.

Si A, bekerja di bagian administrasi, baru saja melakukan kesalahan fatal, yaitu salah mengetikkan alamat email.  Akibatnya, suatu urusan rahasia terkirim kepada orang yang bukan seharusnya menerima.

Sementara itu Si B, akhir-akhir ini sering menghilang dari ruangan pada jam kerja. Usut punya usut Si B ditemukan tidur di Mushola karena ngantuk dan lelah.

Lebih parah lagi, Si C, belum masuk kerja karena baru opname di rumah sakit akibat konstipasi berat.

Bagaimana roda kegiatan kantor berjalan baik jika produktifitas karyawan menurun?

Dalam sebuah rapat kantor, keadaan ini menjadi bahasan, lebih tepatnya obrolan, karena fokusnya ngalor ngidul dan cenderung ngerumpi. Mereka membicarakan rekan kerjanya sambil menikmati kopi atau teh, dan snack. Giliran rapat serius dimulai, hanya selang 20 menit kemudian satu per satu mulai menguap. Ketika salah seorang menanyakan hal yang kurang dipahami, seseorang lain menjawab dengan nada sedikit tinggi. "Anda tidak fokus sehingga tidak mengikuti topik bahasan!" Mood rusak, suasana memanas. Peserta rapat tidak menyadari bahwa mereka bisa jadi serupa dengan rekan kerja yang baru obrolinnya, sama-sama tidak produktif.  

Adakah yang menyadari, gejala-gejala bisa disebabkan oleh dehidrasi? Seringkali dehidrasi disadari ketika terjadi tanda klinis yang parah. Jarang yang menyadari gejala dehidrasi pada tingkat ringan.

Bos boleh kesal. Sebaliknya, karyawan sering menjadikan kesibukan di kantor sering menjadi 'kambing hitam' masalah dehidrasi. Jadi dimana ujung dan pangkalnya?

Rapat Koordinasi. Foto: Dokumentasi pribadi
Rapat Koordinasi. Foto: Dokumentasi pribadi
Kenapa karyawan sering dehidrasi?

Kantor saya, Departemen Proteksi Tanaman IPB, berada di lantai 1-3. Untuk naik ke lantai atas hanya bisa ditempuh dengan tangga. Hampir semua ruangan telah ber-AC. Pekerjaan karyawan terbagi atas 3 golongan besar, yaitu bagian administrasi kantor, petugas kebersihan dan pelayanan, teknisi di laboratorium.

Saya menanyakan kepada beberapa rekan kerja di kantor tentang kebiasannya minum dan keluhan dehidrasi.

Salmah, bertugas di bagian dapur. Pekerjaan rutinnya menyiapkan konsumsi pada kegiatan-kegiatan kantor. Dalam sehari, Salmah mondar mandir antara dapur, ruang rapat, ke toko atau warung untuk belanja, ke pantri untuk mencuci perlengkapan masak. Aktifitasnya banyak dan berkeringat. Tak heran jika Salmah sering merasa kehausan. Salmah mengaku minum segelas air setiap kali usai melakukan satu pekerjaan.

Anna, bertugas di layanan administrasi pendidikan. Anna bekerja dalam ruangan ber-AC. Anna tidak berpindah posisi selama bekerja. Dia hanya duduk mengetik dengan komputer, atau berdiri melongok ke loket ketika datang mahasiswa bertanya. Walaupun tidak banyak aktifitas fisik, tetapi Anna mengaku sering kehausan dan lelah, sayangnya Anna tidak cukup waktu untuk minum. Dalam kondisi tersebut, beberapa kali kesalahan dilakukan akibat kurang teliti.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan dehidrasi di tempat kerja antara lain kondisi cuaca, jumlah aktivitas fisik, kurang minum, ruangan ber AC, tengah banyak berpikir dan kondisi kesehatan.

Kurang air 1% saja, tubuh mengalami dehidrasi.

Definisi dehidrasi adalah kurangnya air dalam tubuh akibat asupan cairan yang kurang atau kehilangan cairan yang berlebihan melalui keringat, muntah, atau diare. Dehidrasi diklasifikasikan sebagai ringan, sedang atau berat. Hal ini disampaikan oleh Dr.dr. Inge Permadhi, MS SpGK (K) dalam kelas Danone Blogger Academy, 4 November 2017 di Jakarta.

Dua per tiga bagian tubuh adalah air, atau sekitar 65-70%. Sedangkan kebutuhan harian air normal sekitar 4% dari total berat badan pada orang dewasa dan 15% dari total berat badan pada bayi. Contohnya, pada orang dewasa 70kg kebutuhan airnya setara dengan 2,0-3,0 liter / hari, sedangkan pada bayi 7kg, kebutuhan airnya setara dengan 1,0 liter / hari. Air tubuh berkurang 1% saja sudah bisa dikatakan dehidrasi. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kebutuhan air seseorang, seperti usia , jenis kelamin, berat badan, tingkat aktivitas fisik dan iklim.

Dr. dr. Inge Permadhi, MS SpGK(K). Foto: Dokumentasi pribadi
Dr. dr. Inge Permadhi, MS SpGK(K). Foto: Dokumentasi pribadi
Masuk akal, kurang minum = kurang produktif

Air mencukupi kebutuhan organ-organ tubuh untuk menjaga tubuh tetap berfungsi dengan baik dan mengatur suhu tubuh. Air juga untuk medium membuang limbah dan racun, membantu pencernaan, melumasi sendi dan mata, dan menjaga kesehatan kulit.

Sebuah iklan air mineral menggambarkan kejadian kurang fokus dan gagal paham sebagai akibat kurang minum air. Iklan tersebut bukan tanpa dasar. Ketika kadar air dalam tubuh menurun, organ mengalami penurunan fungsinya. Tubuh akan mengirimkan stock air ke organ-organ. Sementara itu bagian tubuh yang pertama kali menderita kekurangan air adalah ginjal. Karena itu, ginjal sering menjadi korban ketika dehidrasi terjadi berkepanjangan. Air yang dibutuhkan tubuh adalah air yang mengandung mineral, disebut dengan air mineral. Fungsinya untuk menggantikan mineral tubuh yang hilang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3