Mohon tunggu...
Gigih Mulyono
Gigih Mulyono Mohon Tunggu... Peminat Musik

Wiraswasta. Intgr, mulypom2

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Aneka Ragam Nuansa di Jepang, Catatan Perjalanan 24

25 Agustus 2019   18:19 Diperbarui: 25 Agustus 2019   18:33 0 0 1 Mohon Tunggu...
Aneka Ragam Nuansa di Jepang, Catatan Perjalanan 24
Mt Fujiyama. Dokpri

Di musim dingin, kira kira 25 tahun yang lalu awak pertama mengunjungi gunung Fuji. Namun tidak bisa mencapai sektor lima. Karena cuaca buruk berkabut tebal. Hanya sampai di sektor empat.

Siang Ini kami telah sampai di sektor lima. Kawasan umum terdekat dengan puncak. Berhadapan dengan Puncak Fuji bersaput salju tipis. Seolah hanya sepelemparan batu saja dari sini. Puncak hitam kecoklatan simetris ini menyimpan banyak kisah dan mitos. Antara lain sebagai tempat favorit untuk bunuh diri. Sekitar 100 orang Jepang konon bunuh diri disini.

Juga kisah hewan misterius penunggu gunung. Berwujud mirip lintah raksasa terjadi dari penyatuan dari seekor Ayam dan Naga yang memadu cinta. Serta masih banyak kisah yang lain.

Kami menyusuri lapak lapak souvenir di sektor lima. Berfoto di Kuil Shinto merah yang berada dibelakang pertokoan.

Berdiri memandang jauh disana bukit bukit mengelilingi Fuji. Juga beberapa Danau dari lima danau di lereng Fuji.

Bagi pendaki gunung, Fuji adalah gunung favorit untuk pendakian sampai puncaknya. Sun rise dipandang dari puncak Fuji adalah atraksi yang spektakuler. Dua ratus ribuan orang mendaki setiap tahunnya. Tiga puluh prosen pendaki adalah orang luar Jepang.

Tengah hari kami meninggalkan gunung berapi Fuji yang simetris megah dan bertudung salju. Menuju restoran ditepi danau Kawaguchi untuk makan siang.

11. Shibazakura

Makan siang di lantai dua resto di pinggir danau Kawaguchi. Sambil memandangi salah satu danau dari lima danau di lereng Fujiyama. Danau wisata yang asri dan tidak begitu ramai.

Selain Bento set nya yang sedap, di lantai satu gedung ini adalah toko produk produk barang asli Jepang.

Tas tangan perempuan laki, dompet, ikat pinggang, gantungan kunci dsb terpajang. Buatannya rapi, menarik dengan harga sedang. Tidak bisa ditawar. Sebagian berdiskon 10 atau 20 prosen. Produk produk bermerk langka, merk Jepang itu menarik untuk dikoleksi.

Meninggalkan danau Kawaguchi, Bus mengitari lereng gunung Fuji menuju lokasi ferstival bunga Shibazakura. Puncak Fuji terlihat dari semua tempat. Runcing di kiri kami seolah mengikuti perjalanan Bus.

Festival Shibazakura setiap tahun dibuka dari pertengahan april sampai pertengahan Mei. Konon waktu terbaik untuk berkunjung adalah akhir april sampai minggu pertama bulan mei. Saat 800 ribu bunga pink berkembang serentak.

Rupanya festival ini termasuk atraksi favorit dan ditunggu tunggu masyarakat Jepang dan para wisman. Jalanan menuju lokasi macet cukup parah. Hari telah pukul 15, sedangkan festival hanya berlangsung sampai pukul 17.

Kami sepakat turun dari Bus dan berjalan kaki. Melewati antrian mobil berderet. Sekitar 45 menit berjalan kaki, kami sampai di gerbang taman.

Dengan tiket seharga 600 yen per orang, sekitar tujuh puluh lima ribu rupiah kami masuk ke area festival.

Memang tidak salah kalau festival ini menjadi atraksi yang ditunggu tunggu. Begitu masuk gerbang,  ada dunia lain yang menghampar di depan. Dunia merah muda.

Lembah di lereng gunung itu, seolah tertutup dengan hamparan karpet berwarna merah muda. Disana sini dihiasi bunga berwarna gading.

800 000 ribu pohon itu mekar semuanya. Bunga bunga itu menempel di tanah. Konon ada lima jenis bunga yang tumbuh disini. Keseluruhannya disebut Shibazakura, sakura tanah atau rumput sakura.

Lembah pink itu memiliki latar belakang gunung Fuji yang nampak megah disana. Dan diujung terdapat danau melengkapi keindahan taman ini.

Ada yang mengatakan kawasan ini adalah lembah sorga di awal mei. Awak tak kuasa menyangkal sebutan itu. Saking indahnya tempat ini.

Selain festival bunga, disajikan pula festival makanan Jepang disitu. Puluhan lapak menjajakan berbagai jenis makanan Jepang delicious.

Di ujung belakang disediakan panggung tinggi. Menjadi tempat ideal untuk memandangi perpaduan view Puncak gunung Fujiyama dan lembah Shibazakura. Begitu mempesona. Tak rugi jalan kaki 3 Km untuk sampai di area ini.

Menjelang pukul lima sore, dengan berat hati kami meninggalkan sepotong sorga merah muda ini. Pink Heaven.

           Bersambung