Mohon tunggu...
Ibra Alfaroug
Ibra Alfaroug Mohon Tunggu... Petani - Dikenal Sebagai Negara Agraris, Namun Dunia Tani Kita Masih Saja Ironis

Buruh Tani (Buruh + Tani) di Tanah Milik Sendiri

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Belajar dari Hallyu Korea Selatan, Anime Jepang, Konflik Rusia, dan Swadesi Mahatma Gandhi

6 Juni 2022   12:09 Diperbarui: 6 Juni 2022   12:35 349
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrated By: bbc.com

Hal ini juga terjadi pada negeri Sakura, Jepang. Versiku dalam menyimak seputar perkembangan dunia anime dan manga terbitan Jepang yang juga mendunia. Para kreator komik dan kartunis Jepang menguasai panggung hiburan remaja dan anak-anak, dengan ribuan dan jutaan pencinta anime dan manga Jepang.

Anime dan manga ini justru salah satu sumber pendapatan negara, berkontribusi besar dalam meyumbang devisa negara. Khabarnya. Bahkan para pembuat karya-karya ini terbilang hidup pada kaya raya loh,  sebagai mata pencarian utama.

Menariknya, dari Hallyu ke Korean dan Anime/Manga Jepang. Adalah peran serta dari negara yang mensupport kreasi ini menjadi daya tarik yang luar biasa. Mungkin, berani menggelontorkan anggaran untuk itu dalam mengembangkan sisi ini menjadi sebuah kekuatan negara yang besar, menarik bangsa lain untuk menjadikan trendsetter mereka.

Sepengetahuan awamnya penulis, dilihat dari sumber daya alam dari kedua negara apabila dibandingkan dengan negara kita, mungkin saja tak sebanding iya kan. Betapa besarnya kekayaan Indonesia. Tapi mereka pada makmur loh, bangsanya. Entahlah.

Dengan keterbatasan yang mereka miliki, mereka berhasil menunjukan kepada dunia kehebatannya. Membuat panggung dengan cara mereka sendiri, menjadi csebuah iri khas/identitas bagi negara lain untuk tertarik mempelajari, meniru, dan menyukai produk-produk buatan mereka. Konsumen belaka.

Alhasil jadi panutan sebagai lifestyle dan way life bagi dunia.

Hal ini bisa juga kita simak dari konflik Rusia Ukraina yang masih belum usai. Yakini sanksi embargo Amerika dengan sekutunya Eropa kepada negara Beruang Merah. yang justru mendapati respon balasan yang keras dari Putin, bereaksi keras menanggapi sanksi yang diberikan.

Dengan memberhentikan  pasokan energi, supplay makanan ke Eropa. Sehingga berdampak pada Eropa sendiri seperti Bumerang. Dalam bahasa sederhanya, senjata makan tuan. Gilanya, mau invansi Rusia, Eropa dan Amerika mesti mikir dua kali untuk itu. Pasalnya Rusia memiliki kekuatan militer yang kuat dan mempunyai alustita yang menakutkan.

Geopolitik dunia yang panas sekarang, mulai dari konflik Rusia Ukraina, perang dagang Paman Sam dan Tirai Bambu menjadikan stabilitas dunia tak tentu arahnya. Rebutan mendominasi pasar dunia dari negara-negara besar.

Sepatutnya bagi kita Indonesia melihat peluang ini, mengambil keuntungan dari dinamika  kondisi dunia. Yakni memperkuat berbagai sektor untuk menjadikan bangsa kita menjadi kuat. Yang mampu membuat bangsa lain berpikir dua kali untuk mengintervensi kedaulatan NKRI.

Kekuatan pangan, energi, teknologi, dan persatuan kesatuan adalah kuncinya Indonesia bisa setara bukan. Dan prihal penting para politikus yang akan maju pada pemilu 2024 mendatang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun