Mohon tunggu...
Mukhlis
Mukhlis Mohon Tunggu... Guru - Guru SMA Negeri 1 Lhokseumawe

Penulis Buku: Teknik Penulisan Puisi, Teori, Aplikasi dan Pendekatan , Sastra, Pendidikan dan Budaya dalam Esai, Antologi Puisi: Lukisan Retak, Kupinjam Resahmu, dan Kutitip Rinridu Lewat Angin. Pemimpin Redaksi Jurnal Aceh Edukasi IGI Wilayah Aceh dan Owner Sastrapuna.Com . Saat ini Bertugas sebagai Guru SMA Negeri 1 Lhokseumawe

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Dilema

2 Maret 2024   13:50 Diperbarui: 2 Maret 2024   13:53 140
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
 Sumber gambar: Pixabay 

Kabut mulai menebal
Gunung-gunung terlelap
Rumput- rumput  dipanggang isu
Suhu panas, udara gerah


Arah jalan tak berarah
Di ruang publik
Pelacur menjaja diri
Menjual kemolekan palsu


Pasangan bulan sabit bersulam madu
Napas -napas mengotori langit
Kabut- kabut menutup arah jalan
Orang- orang antre di simpang arah
Hatinya mendua
Ke kiri digiring janji birahi
Ke kanan penuh sesak menyeruak duka


Polusi menjadi- jadi
Kota- kota banjir mantera
Warna pelangi menutup jalan
Pohon - pohon diijaga siang  dan malam


Penjaja diri menjual visi
Kabut semakin menutup negeri
Samar -samar tampak pengangguran berdasi
Terpasak pada pamflet -pamflet politik



Mengobral janji, menjual visi,menyulap negeri
Kisah semusim menguras ilusi


Lhokseumawe,  2 M aret 2024

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun