Edukasi

Aksara-ku.id: Solusi Pemartabatan Bahasa Indonesia

11 Januari 2018   21:28 Diperbarui: 7 Juli 2018   15:41 698 0 0
Aksara-ku.id: Solusi Pemartabatan Bahasa Indonesia
tampilan-terkini-5b407b6ddd0fa805df20e973.png

Bahasa Indonesia kerap diremehkan, bahkan dikesampingkan oleh masyarakat. Misalnya, beberapa masyarakat masih belum mengerti penggunaan imbuhan meN-, yang jika bertemu dengan kata dengan huruf berawalan k, t, s, dan p, seperti kata sapu, bukan lantas menjadi mensapu, melainkan menjadi menyapu karena huruf s di awal kata melebur. Banyak dari masyarakat yang menganggap hal tersebut sebagai hal kecil dan tidak penting. Anggapan ini pun membuat masyarakat Indonesia malas melihat kamus, sehingga banyak terjadi kesalahpahaman dalam berbahasa Indonesia. Contoh lain yang sering ditemui adalah penggunaan kata absensi. Masyarakat Indonesia menganggap bahwa absen adalah hadir. Padahal, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata absen malah berarti tidak hadir (2016: 4). Contoh lain penggunaan bahasa Indonesia yang kurang benar terdapat di dalam situs jejaring sosial. Pengguna situs jejaring sosial sering kali mengabaikan kebakuan bahasa Indonesia dengan faktor tertentu seperti persingkatan waktu dan kegengsian.

Kondisi ini sangat bertentangan dengan upaya para pemuka bahasa untuk mengusulkan diterimanya bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Jika hal ini tidak ditanggulangi, tentu akan berdampak pada hal-hal fisik seperti ruang publik. Bahkan, Sasangka (2015: ii) mengungkapkan bahwa bahasa Indonesia dalam kondisi yang memprihatinkan. Di satu sisi, kita menyaksikan di ruang-ruang publik, bahasa Indonesia nyaris tergeser oleh bahasa asing.

Masyarakat seolah-olah melakukan ‘pemberontakan’ terhadap bahasa Indonesia, yang pada gilirannya, baik secara sadar ataupun tidak, justru melemahkan, bahkan merusak martabat bahasa Indonesia itu sendiri (Lazuardi, 2015: 222). Jika hal ini terus dibiarkan, ragam tidak baku akan menggeser ragam baku dan bahasa Indonesia akan sulit untuk menjadi bahasa internasional.

Dari permasalahan ini, sekelompok Mujahid Zenul Ambiya, Mirda Matondang, dan Haidar Hendri Setyawan yang mencintai bahasa Indonesia mencetuskan sesuatu yang akan mengubah jalur pemartabatan bahasa. Mahasiswa-mahasiswi asal Universitas Sebelas Maret ini menciptakan situs jejaring sosial bernama Aksara-ku.id yang memiliki empat instrumen pembakuan bahasa: Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (TBBI), Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dan Kamus Bilingual Indonesia-English (KBIE) yang mampu meningkatkan kemampuan penggunanya dalam hal ragam tulis bahasa Indonesia yang benar.

Gambaran Aksara-ku.id

Situs jejaring sosial ini mendukung publikasi karya tulis, gambar, dan video. Terdapat fitur “berteman”, di mana pengguna Aksara-ku.id dapat mencari teman sebanyak-banyaknya. Pengguna Aksara-ku.id dapat melihat apa yang diunggah oleh temannya itu, begitu pula sebaliknya. Pengguna dapat diberi atau memberikan tanggapan seperti suka, keren, dan cinta.

Pengguna situs jejaring sosial ini bisa menggunakan KBBI untuk keperluan seperti penyuntingan teks atau hal-hal lain yang dianggap perlu membutuhkan istilah dalam kamus umum ini. Kamus lain yang dirasa perlu adalah KBIE. Fitur KBIE yang sederhana memudahkan pengguna Aksara-ku.id mencari istilah dalam bahasa Inggris atau sebaliknya. Selain KBBI dan KBIE, pengguna dapat menggunakan TBBI yang diharapkan mampu membekali pengguna Aksara-ku.id dengan pengetahuan seputar penggunaan bahasa Indonesia yang benar. Jika pengguna Aksara-ku.id merasa ragu akan tulisannya atau ingin mengetahui ejaan yang benar, pengguna dapat menggunakan PUEBI. Sama seperti dalam bentuk cetak, PUEBI dalam situs jejaring sosial Aksara-ku.id berisikan tentang tata cara penulisan bahasa Indonesia yang benar, misalnya cara menggunakan koma, titik, tata cara penyerapan kata asing, dan sebagainya.

Aksara-ku.id bukan sekadar situs jejaring sosial biasa; tidak hanya media berekspresi dan berkomunikasi, tetapi juga sebagai sarana mengembangkan kemampuan bahasa Indonesia yang benar. Aksara-ku.id dapat menyediakan pendidikan berbahasa Indonesia yang baku secara gratis, cepat, dan mudah. Aksara-ku.id merupakan opsi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah ketidakbakuan bahasa Indonesia dalam masyarakat, terutama pengguna situs jejaring sosial.

Daftar Pustaka

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2016. Kamus Besar Bahasa

Indonesia Edisi Kelima. Jakarta: Balai Pustaka.

Lazuardi, D. R. 2015. Realitas Penggunaan Bahasa Indonesia sebagai Alat

Pemersatu Bangsa. Prosiding Seminar Nasional Bulan Bahasa UNIB 2015. 22 Oktober: 221–233.

Sasangka, S. S. T. W. 2015. Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Kalimat.

Yogyakarta: Elmatera.