Mohon tunggu...
Muis Sunarya
Muis Sunarya Mohon Tunggu... esais

menembus batas

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Kenapa Anda Masih Betah Menulis di Blog Berjemaah?

18 Oktober 2020   13:24 Diperbarui: 22 Oktober 2020   12:53 420 46 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kenapa Anda Masih Betah Menulis di Blog Berjemaah?
ilustrasi ngeblog. (sumber: unsplash.com/@arnelhasanovic)

Ini pertanyaan muncul untuk meneguhkan (bukan menafikan) eksistensi Anda sebagai narablog yang menulis di blog berjemaah.

Jadi, artinya bahwa jawaban atas pertanyaan ini bisa panjang ceritanya.Tergantung persepsi dan pemikiran Anda masing-masing. Bukankah Anda secara kasat mata adalah manusia tak sedikit kata? Bahasa sononya, banyak bacot dong?

Jangan berpikir negatif dan berprasangka buruk dulu, atau salah paham, bahwa pertanyaan ini bukan untuk menggugat, atau apalagi memprovokasi Anda untuk terus rajin menulis, atau mensetop Anda menulis di blog berjemaah itu. Bukan. 

Karena urusan rajin atau tidak, urusan mau atau tidak, itu adalah urusan Anda masing-masing. Syukur-syukur sih Anda termasuk anak yang rajin. Anak yang baik hati, dan rajin menabung lagi  Rajin pangkal pandai. Itu baik sekali.

Tapi, paling tidak, ini agar apa yang Anda lakukan memiliki landasan pemikiran filosofis, dan tidak sekadar menulis. Atau kalau tidak, abaikan saja tulisan receh nan nirfaedah ini.

Artinya, pertanyaan mendasarnya yang Anda harus jawab adalah, untuk apa dan kenapa Anda menulis di mana pun, termasuk di blog berjemaah? Itu sejatinya.

Gambar diolah dari SHUTTERSTOCK.com
Gambar diolah dari SHUTTERSTOCK.com
Berkarya, Berbagi, dan Menginspirasi

Baik. Menulis itu adalah kreativitas. Ekspresi kebebasan dalam menyampaikan gagasan dan pendapat. Anda bisa mencurahkan pikiran dan gagasan Anda sebebas-bebasnya, tanpa terbebani rasa apa pun. 

Ya menulis saja. Hanya tentu dengan tetap memperhatikan rambu-rambu dan aturan lalu lintas menulis, agar tidak kebablasan, mengganggu kebebasan orang lain dan melanggar peraturan yang ada, lalu merugikan diri sendiri dan orang lain. Begitu kan? Jadi enggak bebas jatuhnya ya? 

Karena yang namanya kebebasan itu dibatasi oleh kebebasan orang lain. "al-huriyyatu mahdudatun bi huriyyati gairih," kata "dai sejuta umat", almarhum KH. Zainuddin MZ. Jadi, Anda menulis itu bebas tapi terbatas, atau dibatasi. Jadi, intinya, tidak bebas dong? Bebas, tapi bertanggung jawab. Begitu. Sama saja ya?

Yang jelas, Anda menulis itu seperti Anda berkendara di jalan raya, hati-hati, patuhi rambu-rambu lalu lintas, dan lengkapi surat-surat kendaraan Anda, agar selamat dan terhindar dari kecelakaan. Jelas, takada yang takingin selamat dan terhindar dari kecelakaan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x