Mohon tunggu...
Muhammad Sultan
Muhammad Sultan Mohon Tunggu... Biasakan menulis

Selalu bersyukur

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Duka Nanggala 402 dan Kebangkitan Pertahanan

28 April 2021   21:52 Diperbarui: 28 April 2021   22:21 52 0 0 Mohon Tunggu...

Teka-teki menghilangnya Kapal Republik Indonesia (KRI) Nanggala 402 di perairan utara Pulau Bali pada Rabu (21/4/2021) sekitar pukul 04.25 WIB, kini telah memasuki babak baru. Kapal selam buatan Howaldtswerke Deutsche Werft (HDW) Jerman pada tahun 1977, dan bergabung dengan jajaran TNI AL tahun 1981, kini statusnya telah diketahui. Seperti namanya, Nanggala 402 tetap setia mengarungi perairan Indonesia dengan keperkasaannya dan didukung kemampuan personil hebat yang dimiliki TNI AL.

Sebagai pengabdi negara dan kesetiaan mereka menjaga keutuhan kedaulatan NKRI dari semua potensi bahaya yang dapat mengganggu Indonesia, KRI Nanggala 402 terdepan dan secara rutin melakukan latihan di perairan Indonesia. Pada hari nahas itu, Nanggala 402  mengikuti latihan penembakan torpedo, dan saat diberikan respon atas permintaan otorisasi penembakan justru Nanggala 402 tidak lagi memberikan respon. Sejak itu pula, prosedur kedaruratan pun dilakukan oleh TNI, dimulai dengan menetapkan status dari mencari (sublook), lalu ditingkatkan menjadi hilang (submiss) dan terakhir dinyatakan tenggelam (subsunk/submarine sunk). Status hilangnya KRI Nanggala 402 juga dinyatakan on eternal patrol, sebuah istilah yang disematkan kepada kapal selam yang hilang dan tak berhasil kembali ke pelabuhan.

TNI dan semua kekuatan bangsa dikerahkan dalam proses pencarian Nanggala 402 sesaat setelah dinyatakan hilang kontak. Tidak sedikit peralatan canggih disertai personil handal dalam pencarian Nanggala 402. Tidak ketinggalan bantuan peralatan dan personil negara-negara sahabat yang turut dalam proses pencarian Nanggala 402. Peningkatan status menjadi subsunk dan on eternal patrol dilakukan dengan penemuan sejumlah bukti otentik di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan bukti-bukti tersebut, akhirnya pada hari Minggu, 25 April 2021, Panglima TNI menyatakan Indonesia telah kehilangan 53 putra terbaik di bidang angkatan laut. Nanggala 402 tengah melakukan patroli abadi di lautan. Kini, status keberadaan Nanggala 402 telah ditemukan dan proses pengangkatannya dari lokasi titik penemuan ke permukaan tetap akan dilanjutkan.

Gelombang kesedihan yang mendalam tidak hanya dirasakan oleh keluarga para pejuang kelautan NKRI, akan tetapi seluruh komponen bangsa Indonesia. Kesedihan tampak bergemuruh hingga seantero negeri. Dibutuhkan kesabaran yang tinggi dan keikhlasan menghadapi kenyataan pahit di akhir bulan April 2021. Indonesia telah kehilangan putra-putra pejuang dan patriot penjaga kelautan NKRI pada tanggal 21 April 2021, tepat di hari lahirnya sosok perempuan hebat yang dimiliki bangsa ini, RA Kartini. Beliau dikenal memiliki keberanian dan semangat pantang menyerah dalam memperjuangkan hak pendidikan perempuan Indonesia.

Kartini dikenal memiliki semangat juang tinggi, seperti yang dimiliki para pejuang kelautan di Nanggala 402. Selain kaya dengan sumber daya alam, negara ini juga didukung dengan orang-orang hebat yang memiliki rasa cinta terhadap tanah air tidak diragukan lagi. Telah dibuktikan dengan 53 patriot Nanggala 402 yang gagah berani dan semangat cinta tanah air, tidak pernah takut akan tantangan ganasnya ombak dan situasi alam bawah laut yang misterius. Semua dilakukannya karena pengabdian pada negara yang kita cintai bersama.

Nanggala 402 yang subsunk dan on eternal patrol merupakan pertanda bahwa semangat memajukan teknologi informasi melalui pendidikan harus lebih ditingkatkan lagi. Tujuannya adalah menyiapkan generasi muda yang cerdas dan terampil dalam menciptakan teknologi baru di bidang pertanahan dan keamanan. 

Kecerdasan Kartini pada diri setiap generasi bangsa, akan mengurangi dan bahkan kelak menghilangkan ketergantungan negara ini pada peralatan dan teknologi negara lain. Ketersediaan teknologi modern dan lengkap, akan sangat membantu negara kita saat mengalami musibah apapun. Bahkan, tidak hanya itu, kecanggihan peralatan dan teknologi yang diproduksi secara mandiri dan massif juga dapat diperjualbelikan dan digunakan oleh negara lain di dunia. Terbukti, negara kita telah mampu melakukannya.

Keberanian dan semangat tidak mudah menyerah yang dimiliki Kartini, patut ditanamkan dalam setiap jiwa generasi penerus bangsa. Kartini yang dikenal tidak mudah menyerah dalam menjalankan visi misinya, berhasil mengantarkan perempuan Indonesia mampu memperoleh hak yang sama dengan laki-laki dalam dunia pendidikan. Semangat cinta tanah air yang ditunjukkan Kartini telah bersemayam dalam diri para pejuang Nanggala 402. Mereka dengan jiwa patriotnya, keberaniannya, dan keikhlasannya dalam mengabdi, telah mengajarkan kepada kita bahwa cinta tanah air yang sebenarnya tidak memikirkan diri sendiri dan keluarganya, tetapi cinta tanah air pada hakikatnya untuk kemajuan bangsa dan negara.

Kekuatan dan kehandalan personil TNI yang dimiliki Indonesia telah membuktikan kepada dunia bahwa sebuah kekuatan yang tidak diragukan lagi kehebatannya. Dalam berbagai event internasional, Indonesia selalu hadir sebagai pemenang. Kehebatan SDM yang dimiliki Indonesia kurang lengkap jika tidak didukung dengan peralatan dan teknologi mutakhir. Oleh karena itu, negara perlu hadir memberikan dukungan manajemen dan finansial untuk pembangunan dan pengembangan produksi teknologi peralatan utama sistem senjata (alutsista), baik alutsista kekuatan militer darat, udara, maupun laut. 

Selain karena Indonesia terdiri dari belasan ribu pulau dan dipisahkan lautan cukup luas yang perlu dijangkau dan dilindungi serta keperluan pertahanan dan keamanan, kehadiran Indonesia selalu dibutuhkan oleh dunia, baik dalam misi sosial kemanusiaan maupun perdamaian dunia. Belajar dari kejadian yang dialami Nanggala 402, tidaklah berlebihan jika Kementerian Pertahanan RI perlu didukung dengan pembiayaan yang cukup besar dibandingkan kementerian lainnya.

Kekosongan Nanggala 402 dalam membantu menjaga kedaulatan NKRI dari segala bentuk bahaya yang mengancam NKRI melalui perairan, bukanlah akhir dari perjuangan menjaga negeri ini, melainkan titik balik semangat kebangkitan pertahanan NKRI. Negara ini masih membutuhkan kehadiran Nanggala-Nanggala pejuang kelautan lainnya untuk mengisi kekosongan dan melanjutkan perjuangan Nanggala 402. Selamat berpatroli abadi Nanggala 402. Indonesia mencatat perjuanganmu. Seluruh rakyat Indonesia mendoakan dan merindukanmu. Semoga Tuhan mengabulkan doa-doa kami agar kalian segera kembali, maka kembalilah.

VIDEO PILIHAN