Mohon tunggu...
Muhammad Samin M. IP
Muhammad Samin M. IP Mohon Tunggu... Jurnalis - Sederhana

Belajar n terus belajar

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Artikel Utama

Ekspedisi Pamalayu Sungai Batanghari: Bukti Dharmasraya Jadi Jalur Rempah Peradaban Dunia

10 September 2021   06:42 Diperbarui: 11 September 2021   12:30 955
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kata Raja Siguntur, Sutan Hendri yang juga mantan Kepala Dinas Pariwisata Dharmasraya, Bhairawa ditemukan pada tahun 1935 di pinggir Sungai Batanghari di tengah persawahan kompleks Percandian Padang Roco menghadap ke arah timur dan dibawah nya mengalir Sungai Batanghari. Arca raksasa ini berasal dari abad XIV.

"Di sinilah tempat Bhairawa berdiri gagah memandang ke arah Sungai, kalau dulu siapapun yang lewat pasti melihat Bhairawa. Kita juga sudah pernah mengusulkan agar Arca Bhairawa ini diduplikat kemudian kita bawa ke Dharmasraya sebagai salah ikon dari wisata Dharmasraya, " jelasnya.

Dalam catatan sejarah, seperti pemaparan yang disampaikan oleh Raja Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya, Abdul Haris Tuanku Sati, ekspedisi Pamalayu terkait dengan misi Maharaja Kertanegara dari Kerajaan Singasari pada abad ke-13 Masehi.

Ada banyak versi yang muncul terkait persoalan ekspedisi Pamalayu ini, apakah Kertanegara mengirim pasukan besar dari Jawa ke bagian barat Nusantara atau Bumi Melayu alias Sumatera, merupakan penaklukan, pertahanan, atau justru tawaran persahabatan?

Dalam festival Pamalayu, yang telah diadakan dan sudah disepakati akan masuk agenda tahunan Kabupaten Dharmasraya, TK Sati mengatakan bahwa ekspedisi Pamalayu bukanlah misi penaklukan akan tetapi ekpedisi Pamalayu merupakan misi persahabatan atau kekerabatan dari Kerajaan Singasari kepada saudara-saudara serumpun mereka di Bumi Melayu.

"Prasasti Padang Roco yang ditemukan pada 1911 di hulu sungai Batanghari, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, salah satu bukti bahwa misi ekspedisi Pamalayu membawa misi damai bukan peperangan yang selama ini muncul kalau ekspedisi Pamalayu merupakan misi Jawa merebut Sumatera. Makanya kita luruskan sejarah ini melalui festival Pamalayu, "bebernya.

Dari beberapa sumber yang penulis baca, dimana prasasti Padang Roco yang berangka tahun 1208 Saka atau 1286 Masehi menjadi alas dari Arca Amoghapa yang pada 4 sisinya terdapat manuskrip.

Di prasasti ini dipahatkan 4 baris tulisan dengan aksara Jawa Kuno dan memakai dua bahasa, yakni bahasa Melayu Kuno dan bahasa Sanskerta.

Berdasarkan penelitian dari manuskrip yang tergurat di prasasti tersebut, Arca Amoghapasa dimaksudkan sebagai hadiah atau persembahan persahabatan dari Raja Kertanegara kepada penguasa Dharmasraya, Srimat Tribhuwanaraja Mauliawarmadewa

Dharmasraya Jalur Rempah Dunia 

Masih dalam cerita yang disampaikan oleh Raja Pulau Punjung, Tuanku Sati, yang memiliki banyak refrensi mengenai persoalan Dharmasraya, dan juga sebagai salah satu tokoh pemekaran Kabupaten Dharmasraya, untuk persoalan Dharmasraya sebagai jalur rempah dunia itu tidak hanya sekedar dongeng.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun