Mohon tunggu...
Embassy of Uzbekistan
Embassy of Uzbekistan Mohon Tunggu... Lainnya - Instansi Pemerintahan

Kedutaan Besar Republik Uzbekistan untuk Republik Indonesia.

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan

Pasca Pertemuan Konsultatif Ketiga, Asia Tengah Bergerak Menuju Kerja Sama Regional yang Lebih Besar

12 Agustus 2021   08:28 Diperbarui: 12 Agustus 2021   08:37 172
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tahun ini menandai tiga puluh tahun keruntuhan Uni Soviet, sekaligus diperingati sebagai tiga dekade kemerdekaan negara-negara Asia Tengah atau biasa disebut Republik Asia Tengah (CAR). Sejak runtuhnya Uni Soviet, CAR menghadapi banyak tantangan di bidang sosial, ekonomi, politik, dan keamanan. Namun, dengan mengatasi semua tantangan ini, negara-negara kawasan ini telah membuat kemajuan yang signifikan.

Di sisi lain, masalah intra-kawasan Asia Tengah mengenai pembagian sumber daya dan demarkasi perbatasan telah berdampak buruk pada kerja sama regional. 

Sejak berkuasa pada Desember 2016, Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev tampaknya bertekad untuk mengatasi tantangan integrasi regional dengan cara yang akan memastikan suasana yang dinamis dan menggabungkan upaya internal dan eksternal.

Presiden Mirziyoyev, yang melihat jauh pentingnya kerja sama regional, telah memberikan prioritas kepada tetangganya di Asia Tengah dan juga memastikan untuk mencapai konsensus mengenai perselisihan bilateral melalui pendekatan ketahanan konflik yang komprehensif. Namun, akibatnya, upayanya untuk menyalurkan kembali kerja sama regional di antara negara-negara Asia Tengah tampaknya membuahkan hasil.

Dalam arah ini, pada November 2017, selama konferensi keamanan regional di Samarkand, Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev mengusulkan diadakannya pertemuan puncak regional secara berkala di antara lima negara. Usulan yang dimanifestasikan dalam bentuk 'Pertemuan Konsultatif' seluruh kepala negara Republik Asia Tengah ---Kazakhstan, Kirgizstan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan--- tanpa memasukkan kekuatan eksternal.

Atas undangan Presiden Turkmenistan, Gurbanguly Berdimuhamedow, Kepala Negara Kazakhstan, Kirgizstan, Uzbekistan, dan Tajikistan, berpartisipasi dalam 'Pertemuan Konsultatif Ketiga Pemimpin Asia Tengah' di Avaza Turkmenistan pada 6 Agustus 2021. Dijadwalkan akan diadakan pada tahun 2020, tetapi ditunda karena pandemi Covid-19. Dua pertemuan lainnya diadakan pada 2018 dan 2019 di Nur Sultan (Kazakhstan) dan Tashkent (Uzbekistan).

Kawasan Asia Tengah terbilang relatif stabil ketimbang kawasan Asia lainnya. Namun dalam beberapa tahun terakhir, dari beberapa masalah yang dihadapi kawasan tersebut, setidaknya ada dua yang paling membutuhkan perhatian yakni dampak kesehatan dan ekonomi dari pandemi Covid-19 dan meningkatnya ketidakstabilan di Afghanistan.

Selama pandemi, negara-negara Asia Tengah telah menunjukkan respons yang luar biasa untuk saling membantu di masa-masa sulit ini. Misalnya, Uzbekistan adalah negara pertama di Asia Tengah yang menawarkan bantuan ke Tajikistan untuk membendung dampak virus corona. 

Kerja sama selama masa pandemi dan pemulihan ekonomi pascapandemi dibahas dalam pertemuan konsultatif ketiga ini. Semua pemimpin sepakat bahwa pendekatan regional memiliki potensi untuk menahan ancaman pandemi.

Tak hanya persoalan pandemi, isu Afghanistan yang eskalasinya baru-baru ini meningkat, turut menarik perhatian selama pertemuan itu. Presiden Kazakhstan, Tokayev, juga menyoroti perlunya memiliki kawasan stabil yang penting untuk pertumbuhan dan pembangunan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun