Mohon tunggu...
Muhammad Fauzi
Muhammad Fauzi Mohon Tunggu... Wiraswasta - Sarjana Pengangguran
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Jangan sesekali kalian mengeluh tentang kehidupan, bersyukurlah kalian kepada sang pencipta.

Selanjutnya

Tutup

Financial Artikel Utama

Katanya Reksa Dana Menguntungkan, Kenapa Bisa Rugi?

17 Juli 2022   21:40 Diperbarui: 20 Juli 2022   15:00 1387
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Setelah kamu sudah paham mengenai risiko berinvestasi reksa dana. Mungkin kamu bertanya-tanya hal apa aja sih yang perlu kita lakukan untuk meminimalisir risiko tersebut? Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisir risiko tersebut.

1. Cek dan Evaluasi Komposisi Reksa dana 

Setiap produk reksa dana mempunyai portofolio investasi yang beda-beda. Reksa dana saham misalnya, ada yang dana kelolaannya dialokasikan ke saham blue chip atau saham perusahaan besar yang sudah memiliki pondasi bisnis yang kuat. Sehingga terbilang cukup aman dan harganya cukup stabil, karena fondasi bisnisnya sudah kokoh.

Namun ada juga reksa dana yang mengalokasikan dananya ke saham perusahaan kecil, yang belum mempunyai pondasi bisnis yang kuat. Saham seperti ini memiliki fluktuasi harga yang tinggi dan sangat berisiko.

Komposisi portofolio investasi reksa dana bisa kamu cek di fund fact sheet dari produk reksa dana yang bersangkutan. Ini merupakan tugas kamu sebagai investor untuk mengecek dan mengevaluasi portofolio investasi reksa dana yang kamu punya. 

Perlu diingat, return sebuah reksa dana di masa lalu itu tidak mencerminkan return reksa dana di masa depan. Jadi kamu harus benar-benar mengevaluasi secara berkala portofolio investasi reksa dana yang kamu punya.

2. Cek Reputasi dan Kompetensi Manajer Investasi 

Kamu bisa mengibaratkan membeli reksa dana layaknya kamu lagi merekrut orang untuk mengelola aset investasi kamu. Kamu jangan asal pilih orang, harus tahu siapa orang yang mengelola? Bagaimana reputasinya? Bagaimana history kinerjanya? 

Semua informasi tersebut bisa didapatkan pada prospektus reksa dana tersebut. Selain melihat reputasi dan kompetensi manajemen investasi, kamu juga perlu mempertimbangkan dana kelolaan manajer investasi tersebut. 

Semakin besar dana kelolaan yang dikelola oleh manajer investasi, bisa dibilang operasi bisnis reksa dananya jadi lebih stabil. 

Karena ada risiko tersendiri jika kita menyimpan uang di reksa dana dari manajer investasi yang dana kelolaannya belum terlalu besar bisa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun