Mohon tunggu...
Muhammad SyaifulArief
Muhammad SyaifulArief Mohon Tunggu... Guru - Roosibun writer

رب سكوت ابلغومن كلام

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Melihat Yogyakarta ala Sutan Takdir Alisjahbana

2 Oktober 2022   09:44 Diperbarui: 2 Oktober 2022   09:58 182
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Daya Tarik utama di Yogyakarta salah satunya dengan banyak perguruan tinggi. Kota istimewa ini melahirkan pemikir-pemikir kritis yang mampu duduk dikursi gubernur, mampu duduk dikursi presiden hingga tingkat internasional. Mereka yang mendapat didikan barat mempunyai pikiran bebas untuk mewujudkan Indonesia emas. Jauh sebelum itu dorongan pujangga baru telah berkobar di tahun 1935 menginginkan kemajuan bangsa.

Universitas Gadjah Mada bukti nyata berkembangnya sains. Universitas Swasta terbaik pertama di Indonesia versi Quacquarelli Symonds World University Rankings (QS WUR). Di tahun 2020 UGM mengeluarkan inovasi teknologi Wolbachia. 

Jika kita terkena gigitan nyamuk aedes aegypti yang dikenal sebagai vektor pembawa virus dengue. Apabila di dalam tubuhnya mengandung bakteri Wolbcahia maka tidak akan mampu menularkan virus dengue ke manusia.1

Selama ini kita terhipnotis bahwa Yogyakarta indah dengan pariwisatanya. berofoto dengan batu-batu menjulang tinggi, berfoto di 0 km tanpa memahami substansi dari peninggalan itu. Kita lupa iklim yang santun ini memiliki banyak laboratorium untuk research, membuat pergesekan intelektual yang banyak melahirkan cendekiawan.

Kota yang kaya akan nutrisi literasi ini membuatnya semakin maju. Produk Sepatu Jolifa sabagai sistem pelayanan terpadu, hampir 320 telah tersebar di pelosok-pelosok desa. Esti Swatika Sari mengajarkan kita bersama menjadi literat. Di Belanda itu diwajibkan untuk melakukan kunjungan rutin di perpustkaan. Di Jepang kultur membaca bisa kalian temukan di tempat manapun, mereka membawa buku bukan cerewet di media sosial.2

Maka hidup itu progress jangan statis, harus dinamis. Dulu nenek moyang kita magnum opusnya Borobudur, Prambanan. Kita tidak boleh terlena mengagumi karya masa lalu, membuat kita tidak berkembang. Karya yang baik adalah karya sesuai zamanya menurut Sutan Takdir Alisjahbana. 

Takdir mengajarkan setiap orang untuk mempunyai idealisme tinggi. Manusia akan meninggal sesuai periodesasi usianya, jangan menjadi buntut hewan yang selalu mengikuti badanya kemanapun, jadilah kepala untuk memakan ilmu untuk menciptakan kotoran-kotoran yang monumental.

100 tokoh yang paling berpengaruh merubah Indonesia dialah Sutan Takdir Alisjahbana. Seorang sastawan pelopor angkatan pujangga baru. Kita sering berbicara sastra, bahasa, gunakan bahasa nasional bila tidak mengerti bahasa daerah. Kita tidak tahu bahwa peletak dasar bahasa nasional kita adalah Sutan Takdir Alisjahbana. Takdir merupakan Pengajar bahasa Indonesia di setiap sekolah.

Orang yang menginginkan warganya sebagai pencipta budaya ini lahir di Natal, Tapanuli Selatan 11 Februari 1908. Ayahnya Raden Alisjahbana berdarah Jawa bagian dari kesultanan Yogyakarta. Takdir menulis sejak usia 17 tahun, ketika masih di Muaraenim.

Ia mengarang surat-surat Tani dalam bahasa Belanda, menerbitkan buku Pandji Poestaka, novel dan romanya Tak Putus dirundung Malang (1929), Dian yang tak kunjung padam (1932), Layar Terkembang (1937) hingga perempuan di persimpangan zaman, dan begitu banyak karya lainya.2Buah pemikiran Sutan Takdir Ali Syahbana yang terkonsepsi di Yogyakarta.

Poedjangga Baroe diterbitkan oleh percatakan Kolf milik Belanda A. Dahleer. Karena menurutnya sastra bisa menjadi kebangkitan Yogyakarta yang banyak melahirkan sastrawan kritis. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun