Mohon tunggu...
Muhamad TaufiqurRohman
Muhamad TaufiqurRohman Mohon Tunggu... Mahasiswa - Universitas Islam Sultan Agung

Mahasiswa S1 program studi pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pudarnya Budaya Tata Krama di Kehidupan Sosial Remaja Saat Ini

21 Desember 2022   08:25 Diperbarui: 27 Desember 2022   10:53 489
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Saya Muhamad Taufiqur Rohman mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Fakultas Keguruan dan ilmu pendidikan, Program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Dosen pengampu: Dr. Ira Alia Maerani, S.H., M.H. 

Kesopanan, kehormatan, dan kebaikan merupakan salah satu ciri dari budaya tata krama di Indonesia. Tapi apakah kalian sadar bawah di zaman sekarang ini tata krama perlahan-lahan mulai kehilangan eksistensinya? Pasti dari kalian pernah melakukan atau melanggar tata krama yang sudah di jaga dari zaman leluhur kalian. 

Dewasa ini kita tahu perkembangan teknologi memuat semua orang lupa akan dunia yang telah di singgahinya masih memiliki tata krama dalam bermasyarakat. Namun apakah tata krama itu digunakan dalam kehidupan sehari-hari kita? Dari video yang viral beredar di media sosial di mana seorang siswa laki-laki yang duduk di bangku Sekolah menengah atas (SMA) tengah membentak gurunya di depan kelas. 

Tak hanya membentak, siswa tersebut bahkan juga menunjuk-nunjuk guru tersebut. Hal tersebut sudah tidak bisa ditoleransi oleh masyarakat yang menjunjung budaya tata krama, karena kelakuan siswa SMA tersebut sudah diluar batas oleh tata krama yang sudah ada.

Maka dari itu kita sedang dihadapkan oleh masalah pudarnya budaya tata krama yang sudah ada sejak remaja masih dalam masa tumbuhnya. Tidak hanya faktor tersebut yang mengakibatkan budaya tata krama kian hari kian pudar, budaya asing yang masuk di Indonesia pun merupakan salah satu faktor yang membuat tata krama di Indonesia pudar. 

Gaya bebas yang dimiliki oleh negara barat sangat tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Budaya asing yang masuk di Indonesia membawa dampak buruk bagi perkembangan remaja di Indonesia yang masih dalam proses pertumbuhannya. Menurut hasil survei Komnas PA bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA, 2007) di 12 provinsi pada 2007 yang diperoleh dari pengakuan remaja bahwa: “Sebanyak 93,7% anak Sekolah Menengah Pertama dan sekolah menengah umum pernah melakukan ciuman, cupang, dan oral . Sebanyak 62,7% anak sekolah menengah pertama mengaku sudah tidak perawan. Sebanyak 21,2% remaja sekolah menengah atas mengaku pernah melakukan aborsi. 

Dari 2 juta wanita Indonesia yang pernah melakukan aborsi, 1 juta adalah remaja perempuan. Sebanyak 97% pelajar sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas mengaku suka menonton film biru.”. Survei di atas bentuk merupakan salah satu bentuk hilangnya tata krama di Indonesia dan mirisnya hal tersebut kini di anggap lumrah oleh sebagian remaja zaman sekarang. Jika hal tersebut masih di lakukan maka generasi penerus bangsa akan rusak seiring pudarnya tata krama di Indonesia.

Nampak buruk bisa terjadi kapan saja dengan pudarnya budaya tata krama. Seiring dengan waktu mungkin kita akan kehilangan budaya tata krama yang sudah di bangun oleh leluhur kita di masa lampau. Lantas mau dibawa ke mana negara Indonesia ini jika remaja generasi bangsa rusak? Apakah kita hanya akan berdiam saja jika generasi muda penerus bangsa seperti kita ini gagal dalam membina dan membangun negara?

Teringat dengan pudarnya budaya tata krama di Indonesia ini kita mengingatkan akan nilai yang terkandung dalam Pancasila sila ke-2 yang berbunyi kemanusiaan yang adil dan beradab. Sila tersebut membicarakan tentang moralitas di mana manusia yang adil dan beradab merupakan gambaran dari sebuah kesadaran akan Peraturan, asas kehidupan, dan adab. 

Tata krama merupakan salah satu bentuk moralitas yang terkandung dalam sila ke-2 Pancasila. Hal tersebut menjadikan kita sebagai warga negara Indonesia yang memiliki Pancasila harus mengimplementasikan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari kita. Jika hal tersebut tidak dilakukan maka sia-sia sang Pencipta Pancasila dalam membentuk sila-sila Pancasila. Ini merupakan berbuat yang menyimpang kita remaja generasi penerus bangsa tidak selalu mengamalkan nilai-nilai Pancasila yang ada.

Di Indonesia sendiri tata krama sangat dijunjung tinggi di dalam kehidupan, apalagi negara Indonesia memiliki peringkat pertama sebagai negara yang penduduknya mayoritas beragama muslim, yang di mana tata krama sendiri sangat sering dibicarakan dalam kitab suci Al-Quran. Contohnya bisa kita lihat dalam QS Al-Baqarah ayat 83 yang berbunyi:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun