Mohon tunggu...
Pakde Amin
Pakde Amin Mohon Tunggu... Penulis - Perjalanan Dalam Mencari Harmonisasi Kehidupan Diri

Belajar menikmati dan memaknai kata

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Kritik"isme"

3 Desember 2021   00:07 Diperbarui: 3 Desember 2021   09:17 89 11 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

KRITIK"ISME"

Mudah diri mengucapkan kata-kata
Bahkan mungkin sebuah ungkapan yang jauh dari kenyataan
Dan mungkin juga sebuah fitnah
Karena lidah tak punya tulang 

Mudah diri menyanjung orang lain
Padahal jauh dari hal yang baik
Dan mungkin juga sebuah hinaan yang menyakiti
Karena mulut jauh dari otak dan hati

Bangga diri disebut seorang kritikus
Padahal diri tak memiliki dan paham dengan ilmu
Dan mungkin juga hanya sebuah ungkapan yang palsu
Karena mulut tak memiliki penutup

Bangga diri disebut seorang komentator
Karena kebiasaan mengkomentari para aktor
Dan mungkin juga hanya sekedar mengekor
Karena diri tak memiliki kemampuan untuk jadi aktor

Apakah diri berbicara seperti itu?
Memfitnah orang lain agar menjadi malu
Berbohong dengan merendahkan orang yang mampu
Agar diri mencapai popularitas diri yang semu

Apakah diri terbiasa berbuat begitu?
Mungkin pendek akal yang diri miliki dan ini adalah jalan untuk maju
Bertindak dengan menerjang etika dan hanya menuruti egomu
Agar diri mendapat materi yang cukup untuk bekal hidup

Apakah yang diri cari dengan itu semua?
Ketika sadar karena tak memiliki sarana dan prasarana
Berucap adalah hal yang mudah untuk dilakukan
Agar diri mampu mewujudkan semua angan dan impian

Bagaimana diri nanti akan mempertanggungjawabkan semua itu?
Berbohong atas yang kita ucapkan
Menfitnah orang agar bisa diri kita tampil di depan
Dan Berucap agar diri mampu dikatakan hebat

Oiii... Betapa kejam diri ini sesungguhnya
Lepas dari kendali kehidupan
Liar bagaikan hewan yang buas yang siap menerkam
Agar mampu mencapai kepuasan dan kebahagiaan

Ingat... ingat kembali hakekat diri kita
Ini hanya sebuah puisi dan syair kehidupan
Sebagai bahan dan rujukan
Agar diri tak terjerumus pada fenomena yang ada

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan