Bisnis Pilihan

Kompasiana Gandeng JNE dan Kominfo Bahas Bisnis Online di Makassar

10 Agustus 2018   23:37 Diperbarui: 10 Agustus 2018   23:50 434 6 2
Kompasiana Gandeng JNE dan Kominfo Bahas Bisnis Online di Makassar
Diskusi Bareng COO Kompasiana, Mas Nurulloh dan Kompasianer Makassar Shadiq. Foto: Abby Onety

KAMIS (9/8/2018), cuaca Kota Makassar sedang bersahabat. Seperti biasa, meski lalu lintas tampak normal, para pengendara tetap memenuhi ruas ruas jalan. Pekerja kantoran terlihat sedang menguasai pusat Kota Makassar. Benar, jam pulang kantor telah tiba. Saya meninggalkan rumah pada pukul 16.00 Wita dan tiba di Hotel Aston pada pukul 16.40 Wita. 

Saya bergabung di salah satu komunitas kepenulisan berskala nasional pada awal Januari 2018. Kompak Tawwa, singkatan dari Kompasiner Makassar. Kompasianer merupakan sebutan bagi orang yang menulis di Kompasiana. 

Saya selalu senang bergabung dengan komunitas literasi. Di Kompasiana, saya mendapat banyak kenalan baru dan ilmu pengetahuan, tentu saja.

Hari itu, Kompasiana mengadakan sebuah kegiatan bertajuk Kopiwriting. Menggandeng perusahaan nasional yang bergerak di bidang pengiriman dan logistik, PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE). Saya bersama sembilan Kompasianer Makassar mendapat kesempatan hadir di acara keren tersebut. 

Kegiatan semacam diskusi itu digelar di lantai 20 hotel Aston Makassar. Hotel bintang 4 yang berada di jalan Sultan Hasanuddin (sekitar 2 KM dari Pantai Losari, ikon Kota Makassar yang terkenal dengan jualan Pisang Epe'nya). Sambil menunggu hingga acara dimulai, saya memanfaatkan waktu dengan mengabadikan pemandangan indah dari atas hotel. 

Sebelum acara yang mengangkat topik "Menjadi Ekonom Baru Dunia Melalui Bisnis Online yang Menjanjikan" itu dimulai, ruangan On20 Sky Lounge Aston Makassar sudah dipenuhi oleh peserta. Selain kompasianer, blogger, kegiatan ini juga dipenuhi oleh para awak media online lokal Makassar. 

Saya merasa sangat beruntung, sebab kesempatan untuk hadir di acara ini memepertemukan saya dengan orang orang hebat. Saya bertemu dengan Mas Nurulloh (COO Kompasiana), Mas Deri Fadilah (Head Business of Kompasiana) dan Mas Rio (Marcom Kompasiana). 

Selain itu, narasumber yang diundang pada acara ini juga bukan dari sembarang golongan. Mereka di antaranya ada Mas Azhar Hasyim (Direktur E-Business Kominfo RI) dan Mas Mayland Hendar Prasetyo (Head of Marketing Communicaton Divison JNE). Hadir pula owner BAYE, Devina Dewilarasati dan Jeaneta Dindasari Manao sebagai satu contoh pelaku UKM yang memanfaatkan platform digital seperti Instagram untuk memasarkan produk fashion yang dibuatnya.

Jam menunjukkan pukul 18.10 Wita. Sunset dari luar kaca hotel baru saja menyapa para peserta talkshow. Sembari suasana dihangatkan oleh presenter Kompas TV Makassar, Edwin Darwis, para peserta pun disuguhi berbagai camilan dari petugas hotel. Para kompasianer dan jurnalis mulai menyiapkan alat tempurnya. Beberapa dari mereka terlihat sedang asyik berbincang, ada juga yang tidak berhenti melototi gadgetnya sambil memainkan dua jempolnya di atas layar telepon pintarnya itu. Barangkali, deadline sedang mengejar mereka.

Acara pun benar benar dimulai. 

Edwin memanggil satu per satu narasumber di acara kopiwriting itu. Namun sebelumnya, Kepala Cabang JNE Makassar, Andrey Laogi diberikan kesempatan pertama kali untuk mengupas sekelumit perjalanannya selama menjadi bagian JNE yang ditugasi dalam wilayah Sulawesi Selatan dan Barat. Bahkan pernah, kisah Andrey, titik terjauh pengantaran barangnya hingga di ujung Provinsi Sulawesi Barat, yakni Pasangkayu (Kabupaten Mamuju Utara).

"Saat ini berbagai hal dilakukan untuk memperluas jaringan hingga menyentuh pelosok," kata Andrey, "total saat ini ada 170 jaringan, se-sulselbar."

Membangun Mega Hub

Head of Marketing Communication JNE, Mayland Hendar Prasetyo mengungkapkan pihaknya berupaya maksimal dalam rangka mengefisienkan waktu pengantaran barang. 

"Kami menginvestasikan sejumlah 500 Miliar untuk pembangunan Mega Hub," ujar Mayland yang baru kali ini berkunjung ke Makassar. Bahkan dirinya sempat kaget seketika keluar dari Bandara Sultan Hasanuddin. "Pas saya tiba, langsung merasakan panas," katanya sambil memegang lengannya seraya menunjukkan seperti orang yang kesetrum terik matahari. 

Pembicaraan pun mulai merambah hingga ke persoalan perkembangan e-commerce di Indonesia. Azhar Hasyim dari Ditjen Aplikasi Informatika Kemkominfo RI memberikan tanggapannya secara langsung melihat perubahan yang signifikan di era ekonomi digital saat ini.

"Ada beberapa aksi yang pemerintah canangkan buat ke depan. Nanti ada Gerbang Nasional, jika dulu setiap transaksi lari ke Amerika, nanti langsung bisa ke Indonesia," ungkap Azhar. Bahkan, kata dia China yang saat ini pertumbuhan ekonominya menghasilkan USD 400 miliar, melebihi penghasilan negara Amerika dari bidang digital Serikat berjumlah USD 340 miliar . 

"Itu karena China tahu apa yang menghambat dan apa yang bisa mendorong pertumbuhan," kata Azhar.

Bahkan kata Azhar, pemerintah menargetkan pertumbuhan bisnis ekonomi digital bisa menjapai USD 130 Miliar atau setara Rp 1.730 triliun pada tahun 2020. 

Selain itu, Azhar berharap start up baru bisa terus bermunculan. Dan, kepada para pelaku e-commerce, diharapkan memakai domain khas indonesia, yakni .id (dot id).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2