Mohon tunggu...
Mugniar
Mugniar Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Mamak Blogger

Ibu dari 3 anak dan penulis freelance yang berumah maya di www.mugniar.com.

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Likupang: Antara Eksplorasi dan Narasi, Ada Harapan dan Tantangan

24 Maret 2022   10:25 Diperbarui: 24 Maret 2022   10:28 3482
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Keterangan: materi Prof. Bet.

Laut kita memiliki banyak permasalahan . Masalah sampah adalah masalah utama kita, mulai dari darat, laut, hingga dalam laut. Beliau menekankan perlunya melaksanakan program darurat untuk mengatasi permasalahan  sampah.

Program darurat yang dimaksud oleh beliau  adalah: memfasilitasi pengolahan sampah/limbah/polusi dari Sabang sampai Merauke, Pendidikan lingkungan hidup dan kebersihan jadi program khusus di semua sekolah sejak TK (taman kanak-kanak), menginformasikan melalui media lokal dan nasional mengenai efek negatif polusi, pemerintah desa/kelurahan/LSM/tokoh agama/tokoh adat mendukung program darurat, dan melakukan revolusi mental kepada masyarakat secara luas mengenai budaya bersih.

Prof. Bet El Silisna Lagarense -- Profesor Kepariwisataan Politeknik Negeri Manado dalam presentasi berjudul Optimalisasi Potensi Alam Sekitar untuk Mendorong Pengembangan Pariwisata Kawasan Likupang Menjadi Salah Satu Destinasi Wisata Unggulan Indonesia menekankan pentingnya pengembangan pariwisata berkelanjutan, yaitu dapat memenuhi kebutuhan di masa sekarang dan masa datang, juga tidak merusak alam dan budaya setempat agar bisa diwariskan kepada generasi penerus.

Prinsip pariwisata berkelanjutan yang diterapkan hendaknya: disertai dengan partisipasi dari masyarakat sekitar untuk terlibat dalam pembangunan pariwisata, mendapat dukungan dari pemerintah daerah, memberikan lapangan pekerjaan yang berkualitas untuk masyarakat sekitar, memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbarui, dan tidak mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan.

Pulisan Bay Master Plan dan Structure Plan yang mementingkan keberlanjutan dipaparkan oleh Paquita Widjaja Rustandi -- Project Development Head PT MPRD.

Ada lahan yang dikhususkan untuk konservasi darat (Wallace Conservation Area) dan laut. Tantangannya adalah bagaimana mengintegrasikan Likupang dengan sekelilingnya. Salah satunya ialah melepas spesies yang sudah di-nursing.

Disebutkan pula bahwa dampak pariwisata yang diselenggarakan secara massal (quantity based) itu berpotensi merusak alam sehingga kita harus menciptakan sustainable and quality destination. Kita harus membangun within the nature, not above the nation.

Rancangan Pulisan Bay Tourism Village memperkenalkan berbagai keragaman dan keunikan budaya dan sejarah. Target pengembangan pariwisata adalah menitikberatkan pada program dalam melibatkan masyarakat, kemudian memaksimalkan potensi manusia dan meminimalkan emisi karbon.

Semua harapan dan tantangan yang disampaikan oleh pada pembicara sejalan dengan pemaparan Ibu Rizki Handayani, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf dalam kata sambutannya di awal acara.

Beliau menyampaikan bahwa pariwisata bukan hanya leisure. Ada potensi gastronomi di Likupang. Gastronomi, bicara tentang agrikultur juga tentang bagaimana masyarakatnya mempersiapkannya. Branding juga bisa dari sisi Sulut sebagai jalur rempah dan Wallace.

Keterangan: materi Prof. Bet.
Keterangan: materi Prof. Bet.

Mengemas Likupang dalam Narasi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun