Mohon tunggu...
Muchammad Nasrul Hamzah
Muchammad Nasrul Hamzah Mohon Tunggu... Asli

Penulis

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Munculnya Kata "Guyon" dan "Iseng" dalam Kasus Perundungan Siswa yang Cukup Mengganggu

15 Februari 2020   05:24 Diperbarui: 16 Februari 2020   11:25 241 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Munculnya Kata "Guyon" dan "Iseng" dalam Kasus Perundungan Siswa yang Cukup Mengganggu
Ilustrasi Perundungan| Foto: instagram/jokowi

Dua kasus perundungan terhadap pelajar yang terjadi akhi-akhir ini menjadi perhatian serius masyarakat. Kasus pertama terjadi di Kota Malang. Menimpa seorang siswa berinisial MS (13) dari SMP Negeri 16. Dua jarinya sampai harus diamputasi dokter akibat kasus perundungan itu.

Tak lama berselang, masyarakat kembali di hebohkan oleh video berdurasi 38 detik yang menunjukkan seorang siswi sedang dirundung secara fisik oleh dua siswa. Kasus itu terjadi di Purworejo, Jawa Tengah, beberapa hari lalu.

Dua kasus perundungan ini juga memancing emosi publik. Tidak saja karena ulah pelaku, namun juga statemen yang dikeluarkan oleh pihak dinas dan pihak sekolah.

Kasus di Kota Malang misalnya. Publik dibuat geram lantaran ada statemen yang kurang tepat dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah. Dalam sebuah wawancara yang terdokumentasi lewat video, kata "guyon" atau bercanda keluar dari mulutnya.

Sontak saja, statement dari kepala dinas itu lalu dihadiahi hujatan demi hujatan oleh warganet. Banyak yang meminta Zubaidah untuk turun dari jabatannya, lantaran dianggap tidak becus dalam memimpin lembaga tersebut.

Masyarakat geram, karena aksi perundungan berbuntut amputasi itu, hanya dikomentari dengan kalimat "guyon" dan "kejepit gesper".

Baru reda tensi emosi masyarakat akibat statemen Zubaidah, kini Kepala Sekolah tempat belajar siswi yang dirundung itu juga mengungkapkan statemen yang hampir senada.

Sebagaimana dikutip dari Tribunnews.com, Kepala sekolah bernama Ahmad itu mengatakan "Namanya juga iseng. Diajar juga susah, suka semaunya sendiri,"

Kata "Iseng" yang keluar dari statemen Ahmad jelas kembali menuai sorotan publik. Lagi-lagi pihak sekolah atau dinas terkesan "membuat enteng" kasus perundungan hingga keluar dua kata tersebut.

Beruntung saja, pola komunikasi yang ditunjukkan level pimpinan daerah cukup baik dalam menetralisir "amarah" publik karena statemen tersebut.

Wali Kota Malang, Sutiaji, sedari awal berkomentar dengan tegas akan menyelesaikan kasus perundungan siswa secara tuntas. Alhasil, Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 16 dicopot dari jabatannya. Termasuk, sanksi teguran keras kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN