Mohon tunggu...
Muchammad Nasrul Hamzah
Muchammad Nasrul Hamzah Mohon Tunggu... Asli

Penulis

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi Pilihan

Antara Dewas TVRI dan Dewas PDAM Kota Malang

1 Februari 2020   04:24 Diperbarui: 1 Februari 2020   05:08 100 2 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Antara Dewas TVRI dan Dewas PDAM Kota Malang
Ilustrasi Dewan Pengawas| Lektur.Id

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak beberapa hari lalu mengunjungi salah satu perumahan yang ada di Kota Malang. Pria yang akrab disapa Emil Dardak itu bersama dengan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko dan Dirut PDAM Kota Malang, Nor Muhlas datang meninjau langsung warga yang kesulitan air bersih. Sebelumnya, mereka melihat pipa pecah yang mengakibatkan gangguan layanan air minum.

Ya, sejak kurang lebih satu bulan terakhir beberapa warga yang ada di Kota Malang memang mengalami kesulitan air minum. Pipa pecah menjadi satu satunya alasan PDAM Kota Malang atas kejadian tersebut. Sebagian Warga Kota Malang, khususnya yang terimbas kondisi itu mulai "berteriak" melalui media sosial.

Umpatan, kata kasar, dan kritik terlontar kepada PDAM Kota Malang yang baru saja berubah nama itu. Lebih nahas, beberapa warga dari Perumahan Bulan Terang Utama (BTU) yang terdampak air mampet, menggugat PDAM Kota Malang pada jalur hukum.

Sebab, masalah air minum adalah masalah dasar yang dibutuhkan semua warga masyarakat termasuk di Kota Malang. Sebagian warga lain kabarnya bakal menolak membayar ke PDAM jika layanan air belum lancar.

Drop air bersih melalui mobil pengangkut sudah dilakukan, sebagai upaya menyalurkan air bersih kepada warga terdampak. Namun, hal itu tidak cukup. Warga masih menuntut air bisa mengalir dengan normal seperti sedia kala.

Dalam posisi ini peran Dewan Pengawas sangat dibutuhkan dalam mengatasi masalah yang ada, lantaran tugas pokok dan fungsi yang diembannya.

Sepanjang penulis ketahui, salah satu tugas dewan pengawas adalah melakukan kontrol terhadap jajaran direksi dengan maksud target pelanggan hingga pelayanannya bisa berjalan dengan baik.

Kasus air mampet di Kota Malang yang belum kelar, hingga Wakil Gubernur Jawa Timur sampai turun tangan, jelas merupakan sebuah preseden yang tidak kita harapkan.

Pengawasan terhadap tingkat kebocoran pipa yang ada di bawah PDAM Kota Malang bisa jadi merupakan salah satu tugas dari Dewan Pengawas PDAM Kota Malang. Karena itu, sekali lagi penulis sampaikan, pada posisi ini peran dewan pengawas sangat vital dalam kondisi genting seperti saat ini.

Mari kita sedikit melihat apa yang dilakukan oleh Dewan Pengawas TVRI beberapa waktu lalu. Mereka menganggap mantan Direktur TVRI, Helmy Yahya, melalukan beberapa hal yang mengakibatkan pemberhentian terhadap pria yang pernah menjadi presenter kuis itu.

Padahal, menurut pengamatan subjektif penulis, peran Helmy Yahya di TVRI sangat baik dan menjadikan televisi itu selangkah lebih maju. Liga Inggris, "Discovery Channel" hingga program keren "Jelajah Kopi" hadir di televisi milik negara itu. Bahkan, TVRI sudah bermetamorfosa dengan baik dan sudah bisa ditonton oleh banyak kalangan.

Entah ada hal apapun yang ada di balik perseteruan antara keduanya, yang penulis lihat secara subjektif, Helmy Yahya yang berprestasi, dipermasalahkan oleh dewan pengawas, lantaran ada beberapa hal yang mereka anggap bermasalah.

Masalahnya-pun bukan substantif, seperti TVRI berhenti tayang atau TVRI sudah hilang dari frekuensi. Problem sepanjang ikuti masalah ini hanya perihal teknis. Tidak mengganggu pelayanan terhadap para penonton TVRI.

Lantas, bagaimana dengan PDAM Kota Malang? Warga membutuhkan peran dewan pengawas untuk menyelesaikan masalah ini seperti keaktifan dewan pengawas TVRI yang mengawasi secara total direksinya.

Masalah di Kota Malang sifatnya substantif, yakni layanan air bersih kepada beberapa pelanggan terhenti. Bukan masalah kerjasama PDAM Kota Malang dengan pihak ketiga yang "pending bayar" seperti kerjasama TVRI dengan Mola TV.


Penulis bukan ingin membandingkan kedua dewan pengawas dari dua institusi, namun lebih menekankan bagaimana peran dewan pengawas berada di waktu yang tepat dan kasus yang tepat atau lebih tepatnya kasus  yang sifatnya substantif.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x