Mohon tunggu...
Felix Tani
Felix Tani Mohon Tunggu... Lainnya - Sosiolog Pertanian dan Pedesaan

Sedang riset pertanian natural dan menulis novel anarkis "Poltak"

Selanjutnya

Tutup

Humor Pilihan

Artikel-artikel Sampah dari Kompasianer Kenthir

17 Januari 2022   16:30 Diperbarui: 17 Januari 2022   16:53 575 30 19
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Garbage In Garbage Out (Foto: twitter@Ramireztoons/michaelpramirez.com  viawww.winchesterstar.com)

"Ini sampah!" kata Dosen Pembimbing seusai membaca cepat draft pertama makalahku.  Aku kaget, tapi segera ingin tahu ukurannya. Kepalaku angguk-angguk macam anakan Yogya, setelah Pak Dosen menjelaskan struktur dan bahasa makalah ilmiah.  "Ya, ini sampah," kataku sambil melempar draft itu ke tempat sampah di kamar kos.

Aku mulai lagi menulis dari awal.  Sambil merujuk bimbingan Pak Dosen tentang struktur dan bahasa ilmiah.  Draft kedua selesai.  Siap dikonsultasikan ke Pak Dosen.  

Aku sudah  menyiapkan mental untuk komentar "Ini sampah!"  Harapan yang berlebihan.  Kata Pak Dosen,  "Ini masih sampah. Tapi bisalah didaur-ulang.  Perbaiki lagi, ya."

Itu baru soal struktur dan bahasa makalah. 

Soal substansinya, lebih parah lagi.  Di bagian itu Pak Dosen dengan sadis memilah mana isi yang tergolong sampah, sehingga harus dibuang.  Mana isi yang tergolong data dan analisis baru yang bermanfaat, sekurangnya manfaat tambahan pengetahuan.

Itu ceritaku semasa jadi mahasiswa culun.

***

Lain lagi ceritaku setelah lulus dan boleh mengajar.  

Selain mengajar, dan meneliti, saya juga sempat ditugasi menjadi Editor Kepala untuk sebuah jurnal ilmiah tingkat departemen. Jurnal itu terakreditasi bagus dari Dirjendikti Depdikbud RI, sehingga tak kurang calon Guru Besar yang minta artikel ilmiahnya dimuat dalam jurnal itu.  Apa lagi tujuannya kalau bukan untuk mencukupi jumlah KUM riset/karya ilmiah.

Suatu ketika seorang calon Guru Besar dari sebuah universitas di Sumatera datang membawa artikel ilmiah.  Dia dengan sangat minta agar dapat dimuat dalam jurnal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humor Selengkapnya
Lihat Humor Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan