Mohon tunggu...
Felix Tani
Felix Tani Mohon Tunggu... Lainnya - Sosiolog Pertanian dan Pedesaan

Sedang riset pertanian natural dan menulis novel anarkis "Poltak"

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Bila Engkong Mati

13 Agustus 2021   08:37 Diperbarui: 13 Agustus 2021   10:39 205 30 24
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bila Engkong Mati
Ilustrasi Buntu Burake, Makale Tana Toraja (Dokpri)

Pasti ditangisi. Sebab ada orang yang kehilangan. Dan kehilangan selalu mengundang sedih. Sekalipun dia yang hilang semasa hidupnya tak lebih dari sekadar upil yang bikin bersin.

Pasti didoakan. Sebab orang mati wajib didoakan. Dan sebaik-baiknya doa baginya adalah masuk surga. Sekalipun semasa hidupnya dia membuka kantor perwakilan neraka.

Pasti dikuburkan. Sebab orang mati harus punya tempat. Dan tempat terbaik baginya adalah lubang satu kali dua meter di bawah tanah.  Sekalipun semasa hidupnya dia punya seribu kali duaribu meter tanah.

Pasti dinisani. Sebab orang mati perlu identitas. Dan kartu identitas terbaik baginya adalah nisan bertuliskan nama serta tempat dan tanggal lahir dan mati. Sekalipun semasa hidupnya dia dianggap tak pernah ada.

Pasti membusuk. Sebab orang mati adalah jasad organik. Dan jasad organik berasal dari debu yang berakhir jadi debu. Sekalipun semasa hidupnya dia menganggap orang lain debu di alas kasutnya.

Pasti semayam. Sebab bagi arwah orang mati disediakan-Nya tempat semayam. Dan tempat semayam itu telah dipilihnya sebelum hari kematian.  Sekalipun itu hanya doa harapan agar terjadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam Surga.(eFTe)

Gang Sapi Jakarta, Friday the 13th, Agustus 2021

Mohon tunggu...
Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan