Mohon tunggu...
Felix Tani
Felix Tani Mohon Tunggu... Petani dan Peneliti Sosial

Sosiolog kampungan, petani mardijker, penganut paham "mikul dhuwur mendhem jero", artinya memikul gabah hasil panen di pundak tinggi-tinggi dan memendam jerami dalam-dalam di lumpur sawah untuk menyuburkan tanah.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Tolak Angin, Solusi Pening di Kala Genting

14 Agustus 2018   22:26 Diperbarui: 14 Agustus 2018   23:08 0 1 0 Mohon Tunggu...
Tolak Angin, Solusi Pening di Kala Genting
Foto: tolakangin.co.id

Jauh hari sebelum Pak Dahlan Iskan rajin mengiklankan jamu "Tolak Angin" cair di televisi, aku sudah getol mempromosikannya. Bedanya, Pak Dahlan mungkin dapat imbalan, entah dalam bentuk apa. Sedangkan aku tidak.

Di pelataran Gereja Katolik St. Johanes Penginjil di Jalan Melawai, Jakarta, aku pernah melihat Pak Irwan Hidayat, pemilik Sido Muncul, penghasil "Tolak Angin" itu, dan ingin menyapanya untuk minta bayaran atas aksi promosiku.  

Tapi aku urungkan niat karena khawatir ditertawakan. Sebab aku hanya promosi lisan kepada isteriku dan dua anak perempuan kami. Promosi lingkup keluarga.

Si Kuning dan Si Biru

Lupakan saja soal harapan imbalan promosi tingkat domestik itu. Gratisanlah untuk Pak Irwan. Aku ikhlas. Sebab sudah mendapat imbalan sepadan dari "Tolak Angin" cair.  

Imbalannya, pening di kepalaku langsung hilang, bila satu dua sachet cairan "Tolak Angin" kuning sudah mengalir ke dalam lambung. Terutama di saat-saat genting pekerjaan.

Sampai-sampai aku bikin jargon sendiri, "Tolak Angin, solusi pening di kala genting".  Itu faktual, bukan isu, untukku.

Fakta, jika harus bekerja dari pagi sampai larut malam di ruang berpendingin, maka sorenya aku pasti mulai masuk angin, dan malamnya mulai flu. Padahal target kerja tak bisa mundur.

Maka solusinya, di saat genting seperti itu, minum Tolak Angin kuning sore hari. Lalu Tolak Angin biru tengah malam menhelang tidur. Dijamin pening kepala hilang, karena masuk angin ditolak dan flu gagal masuk saluran nafas.

Tentu hilangnya  pening di kepala tidaklah secepat cerita  iklan.  Perlu waktu 1-2 jam untuk benar-benar merasakan khasiatnya.  

Sejujurnya, solusi ideal untuk kepala pusingku sejatinya adalah kerokan dari isteriku. Tapi  isteri kan bukan diciptakan untuk mengerok suami setiap kali pening kepala.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
KONTEN MENARIK LAINNYA
x