Mohon tunggu...
Marshalleh Adaz
Marshalleh Adaz Mohon Tunggu... Freelancer - padanglamo : Merawat dan melestarikan memori kolektif dalam ingatan dan tindakan

"Arsip dan pustaka adalah dua sisi yang selalu seiring dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyelamatkan kehidupan bangsa"

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Padang Kota Perjuangan dan Padang Hari Ini

20 Januari 2020   23:50 Diperbarui: 20 Januari 2020   23:55 129
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Penlusuran Arsip Statis, 14-9-2015

HARI INI TANGGAL 20 JANUARI

..................

              Sebuah jeep disergap oleh sekelompok pemuda pejuang di Kampung Terandam (persimpangan jalan perintis-jalan sawahan sekarang). Jeep yang disergap itu membawa beberapa orang tentara Sekutu. Mereka ditembak beruntun dengan senapan ringan oleh beberapa orang pemuda yang diketuai oleh Zainal dan Anwar. Kejadian ini terjadi pada pukul 20.00 Wib.

            Suara tembakan dan aksi penyergapan itu diketahui dan terdengar oleh pasukan Sekutu yang berada di Gantiang, Alang Laweh dan Simpang Haru. Bantuan pun segera datang ke pertigaan jalan tersebut. 

Seketika terjadi kontak senjata dan semakin meluas. Sekutu dengan bala bantuan dan persenjataannya malam itu bukan tandingan pejuang seperti Zainal, Anwar dan kawan-kawannya. 

Para pejuang yang mencegat dan menyerang ini tidak mengetahui kedatangan pasukan-pasukan Sekutu. Gelapnya malam karena tidak seterangnya lampu jalan seperti sekarang mengakibatkan kehadiran bantuan ini diluar perkiraan. Apalagi serangan itu hanya spontan karena melihat jeep Sekutu yang melintas dari kegelapan malam.  

            Sekutu yang diserang tiba-tiba dan setelah bantuan datang segera melakukan aksi pembalasan. Para pejuang kewalahan. Mereka ada yang menyelamatkan diri melalui sungai kecil (banda), ada yang sampai ke jalan Tan Malaka sekarang melalui belukar di Mesjid Istiqomah sekarang, ada yang melalui jalan Terandam sekarang, dan mereka yang terperangkap terpaksa bertahan sampai tetes darah terakhir.

            Dua pemuda pejuang gugur dalam aksi malam itu, H. Taher Munaf dan seorang penduduk Terandam yang ikut membantu pejuang. H. Taher Munaf adalah seorang pemuda Koto Anau Solok, putra dari H. Ahmad Arab.

            H. Taher Munaf yang ikut menyerang terpaksa melarikan diri karena menyadari tembakan balasan Sekutu semakin kuat. Pilihan bagi dirinya melarikan diri. 

Namun ternyata ia salah memilih tempat pelarian yaitu komplek rumah potong hewan yang berada dekat lokasi pertempuran. Sekutu langsung melakukan pengejaran. 

Setiap jalan atau celah untuk keluar sudah dikepung. Setelah H. Taher Munaf kehabisan peluru, Sekutu langsung memberondongnya dengan serentetan tembakan bren. H. Taher Munaf gugur dan syahid malam itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun