Mohon tunggu...
Moh Syahri
Moh Syahri Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Jangan Ragukan Ke-NU-an Orang Madura

9 Agustus 2018   12:53 Diperbarui: 9 Agustus 2018   13:12 433
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Semangat toleransinya tetap menggebu-gebu dalam dirinya, layaknya seorang pejuang yang cinta terhadap kemajemukan bangsa. Apalagi kesopanan dan kesusilaannya yang cenderung menjadi suri teladan bagi daerah lainnya.

Orang Madura tidak pernah bangga dengan chasing atau penampilan luar, mereka lebih bangga dengan isi dan substansialnya. Maka jangan heran jika sebagian mereka tidak tau dengan NU dan Muhammadiyah, karena sehari-harinya memang gak pernah diajarkan perbedaan-perbedaan ajaran, ini ajaran NU dan ini ajaran Muhammadiyah.

Jika orang Madura diajarkan hal-hal seperti itu maka dikhawatirkan menjadi orang fanatik. Maka sangat bersyukur sekali bagi orang Madura di pelosok desa khususnya, mereka bisa bebas beribadah sesuai dengan praktek keyakinannya masing, tanpa harus ada diskriminasi terhadap ajaran-ajaran lainnya.

Beranikah kita mengatakan bahwa orang yang tidak masuk dalam daftar kepengurusan NU itu bukan orang NU. Apalagi sekelas Mahfud MD yang jelas-jelas orang Madura, dan kakek dan buyutnya tidak perlu diragukan lagi ke NU annya.

Gini lho rek, kata mas Al-Ghazali, Bagi orang Madura, NU itu bukan sekadar organisasi atau kelompok yang diketuai Gus Said. NU sudah mendarah daging dan dianggap semacam sub judul dari agama Islam yang juga memiliki kedudukan sama tinggi dengan Islam itu sendiri. NU dengan Islam, bagi orang Madura, tak ubahnya Romeo dan Juliet, atau Mas Anang dengan Mbak Ashanty.

Maka jangan heran ketika orang yang sangat dihormati di dalam NU, lalu ia menjadi presiden dan dilengserkan begitu saja, pohon-pohon asam di sepanjang jalan di Situbondo akan ditumbangkan sebagai bentuk protes. Dan ribuan orang 'Tapal Kuda' pun akan bergegas menyerbu Jakarta. Itulah orang-orang NU Madura.

Anda kira kenapa almarhum Gus Dur mengambil menantu orang Madura dari Probolinggo? Tentu karena beliau sangat paham bagaimana loyalitasnya orang Madura.

Jadi, bagi sampeyan mbak-mbak muslimah yang masih jomblo dan ingin punya pria setia, segeralah cari orang Madura. Karena selain sebagian besar dari mereka adalah santri, pria Madura juga menawarkan sensasi liar lewat ramuan obat kuat yang terkenal itu, lho. Satu hal lagi: para pria Madura itu rajin menabung demi mewujudkan cita-citanya untuk naik haji.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun