Mohon tunggu...
Mohammad
Mohammad Mohon Tunggu... Mahasiswa - siyam

hidup adalah bergerak dan bermanfaat untuk orang lain

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Paparan Luka Kedua Orang Tua

3 Desember 2021   21:02 Diperbarui: 3 Desember 2021   21:04 31 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Dulu seketika aku pulang dari pengajian deket rumah ku, aku melihat orang tua ku keduanya bersedih..
Dengan suara lirih nan berat, mereka berdua memanggil ku untuk menghampirinya.. setelah aku mendekat, tangan mereka menarik aku ke pangkuan mereka, kemudian  disertai tangis terucap  pesan dengan sangat sangat jelas.. selaya berkata (dengan bahasanya yang khas) 

"naaak sesungguhnya kami berdua (ayah ibu)tidak menginginkan kamu menjadi orang yang pinter, akan tetapi cukup jadi orang yang tau saja naaak," aku hanya bisa diam dan terdiam seribu kataa..airmata mereka jatuh sebelah pipiku,yang begitu hangat..
hingga pada saat itupun mereka juga melontarkan sebuah kata yang begitu tragis"kami menangis bukan karna hutang kami nak tidak,kami nangis karna melihatmu yang begitu sedih setiap kamu bersama teman2 mu,

penampilan mereka tidak bisa di bandingkan dengan penampilanmu,gaya mereka...juga tidak bisa dibandingkan dengan gayamu.. kamu harus sabar ya nak dan slalu ingat ini..jangan malu mengakui bahwa kita adalah orang yang tidak punya,jangan pernah kamu malu mengakui itu,dan ingat slalu berbuat baiklah kamu pada orang sekitarmu..jangan pedulikan mereka bilang apapun padamu,jangan pedulikan itu..lapangkan dadamu untuk mulut2 yang memaki,tebalkan kuping mu untuk lidah lidah yang berusaha menyakitimu...ingat semua itu yaa nak"
sayapun menangis di pangkuan mereka..

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan