Mohon tunggu...
Mohamad Ashabul Yamin
Mohamad Ashabul Yamin Mohon Tunggu... Guru - Guru SD yang suka menulis tetapi tidak punya "tulisan"

Ayah 3 anak, cucu seorang guru ngaji dan pemintal tali

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Bukit Pemedengan, Destinasi Wisata Sembalun

21 Mei 2022   23:31 Diperbarui: 22 Mei 2022   08:50 272 18 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Sembalun. Jika Anda berselancar pada samudera google dengan keyword ini, mesin pencari paling populer dalam dunia internet itu akan menemukan 996.000 hasil yang sama (0.40 detik). Dibandingkan dengan menuliskan keyword Bali yang mencapai angka 1,170,000,000 hasil (0.59 seconds) "sembalun" jelas jauh berada di bawahnya. Entah apa makna hasil pencarian ini, saya tidak begitu mengerti. Saya hanya menduga bahwa angka itu menunjukkan popularitas suatu kata yang dicari melalui aplikasi ciptaan Larry Page dan Sergey Brin itu.

Sembalun memang tidak sepopuler Bali atau daerah lain. Sembalun, sebuah wilayah kecamatan yang terletak di Kabupaten Lombok Timur, NTB. Pada masa orde baru, Sembalun pernah menjadi salah satu daerah penghasil bawang putih terbesar nasional sejak tahun 1990. Kejayaan itu berakhir sekitar tahun 1998 ketika pemerintah membuka kebijakan kran impor bawang.

Kini kejayaan bawang putih itu telah menjadi sebuah legenda. Para petani bawang putih hanya dapat menceritakan masa lalu itu dengan frase "pernah jaya" kepada anak cucu mereka.

Namun demikian, kemerosotan nama besar Sembalun tidak membuat daerah ini menjadi nama yang hilang. Sembalun kini menjadi salah satu destinasi wisata yang sangat kaya dengan pemandangan alam yang menawan. Hari ini, Sabtu, 21 Mei 2022, setelah mengikuti rapat di sebuah sekolah di kecamatan Sembalun, saya dan teman-teman berkesempatan berkunjung ke salah satu obyek wisata di Sembalun yang terletak di Desa Sajang. Daerah wisata itu dikenal dengan nama Bukit Pemedengan.

Gambar Dokumen Pribadi
Gambar Dokumen Pribadi

Kini bukit yang berada pada titik sekitar 1000 di atas permukaan laut itu menjadi salah satu obyek wisata yang cukup populer. Untuk mencapai tempat itu pengunjung harus melintasi jalan yang membelah kebun warga. 

Pengunjung seperti melintas hutan belantara. Menuju Bukit Pemedengan pengunjung dapat menggunakan mobil. Hanya saja pengemudi harus ekstra hati-hati karena jalur untuk masuk ke area itu melalui jalan tanah dan cenderung berbatu. Pada beberapa tanjakan pendek terlihat lubang memanjang akibat tergerus air saat hujan.

Pemedengan berasal dari kata "pedeng". Dalam bahasa setempat berarti kering. Pemedengan berarti tempat pengeringan atau tempat berjemur. Suhu Sembalun yang dingin sepanjang siang membuat warga mencari tempat berjemur. Rupanya bukit itu menerima hamparan matahari secara sempurna sehingga masyarakat setempat memanfaatkannya sebagai tempat berjemur untuk menganulir hawa dingin yang menusuk tulang pada siang hari.

Berada di Bukit Pemedengan, pengunjung dapat menikmati sunrice di ufuk timur dan sunset di ufuk barat. Saya tidak dapat merekam suasana sunset atau sunrice karena berkunjung pada siang hari. 

Di bawah bukit pengunjung dimanjakan dengan pemandangan yang sangat menawan. Dari ketinggian bukit pengunjung dapat menyaksikan hamparan hutan dan serakan pemukiman warga di bawah bukit. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan