Mohon tunggu...
Muhammad Julijanto
Muhammad Julijanto Mohon Tunggu... Dosen - Dosen Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta

Tuangkan apa yang ada di dalam pikiranmu, Karena itu adalah mutiara yang indah untuk dinikmati yang lain bila dituangkan, Tetapi bila dipendam hanya untuk diri sendiri

Selanjutnya

Tutup

Love Pilihan

Pernikahan Kedua Dilema Bahagia Vs Gagal

12 Februari 2023   11:33 Diperbarui: 12 Februari 2023   11:42 194
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Temu Kangen. Dokpri.

Oleh Muhammad Julijanto

Cinta itu unik, kadang datang secara tiba-tiba, kadang datang dalam kondisi delematis, serba salah, bila dikabulkan akan berdampak seperti ini, itu dan bila dilarang juga akan mempunyai akibat yang negatif. Serba salah dalam mengambil sikap.

Hubungan dalam rumah tangga awalnya sebagai sebuah perpaduan dua insan yang berkomitmen untuk saling mencintai, menyayangi, mengasihi, bersama dalam suka dan duka, menjaga martabat keluarga agar tetap baik dan sejahtera, sakinah mawadah wa rahmah, hingga kaken-kaken dan ninen-ninen. Di usia senja tetap dalam komitmen cinta yang sejati.

Perjalanan hidup seseorang yang sedang jatuh cinta pada cinta masa lalunya, setelah istrinya yang tercinta meninggal dunia, cerai mati dan setelah menyelesaikan semua urusan yang berkaitan dengan hak-hak waris keluarganya, kembali jatuh cinta kepada perempuan yang dahulu menggoda masa perkawinan indahnya-orang menganggap selingkuh dengan perempuan lain, sehingga saat ini anak-anaknya sebagian tidak setuju terhadap rencana pernikahannya, karena merasa terbawa oleh emosi bagaimana ibunda tega, selalu sabar dan ikhlas terhadap perlakuan yang dilakukan suami, karena, sumur dan kasur, sampai mempunyai gadis-gadis kecil yang cantik-sehingga mereka menyebut keluarga Pendawi anak lima perempuan semuanya, hingga berusaha mencarikan calon ibu tiri yang lain yang dianggap lebih shalihah dan lebih baik nasab dan masa lalunya...namun...

Kehidupan  rumah tangga diibaratkan sebagai cinta sehelai rambut, antara cinta dan benci hanya kecil jaraknya, dari cinta yang tidak bisa diraih menjadi suatu kebencian kepada yang lain, karena cinta yang tak sampai...

Perjalanan rumah tangga seseorang sangat unik, seperti cerita dalam cerpen dan novel, kadang berlinang air mata, kadang canda tawa yang melebar dan kegembiraan, kadang hati ini tersayat-sayat karena pergesekan paham dan perbedaannya. Karena setiap anak yang sudah menikah, akan keluar dari keluarga besarnya menjadi membangun keluarga inti sendiri yang terdiri ayah, ibu dan anak, mempunyai kewenangan serta otoritas sendiri dalam menentukan perjalanan hidupnya sendiri.

Itulah uniknya kehidupan rumah tangga, di mana masing-masing rumah tangga mempunyai kemerdekaan dan kemandirian sendiri-sendiri, sebab bila setiap rumah tangga bisa diintervensi oleh keluarga yang lain, maka akan terjadi goncangan dan badai konflik antar rumah tangga. Sehingga dibutuhkan kedewasaan dalam mengambil sikap dan keputusan yang terbaik untuk selalu diambil ketika masalah di antara keluarga besar tersebut terjadi.

Di era digital seperti ini, perselisihan faham dan perbedaan pendapat bisa diungkapkan melalui berbagai media sosial yang mereka miliki, seperti dalam group wa, line, masangger, sms, facebook, twiter, telegram dan lain-lain, yang tidak secara langsung bertemu dan tatap muka, sehingga banyak komunikasi dan pesan yang tidak sampai, sehingga menyebabkan konflik tidak segera terselesaikan dengan baik.

Telpon berdering ketika jam kerja sangat padat, sejengkal waktu sangat berharga karena berkaitan dengan komitmen dan profesionalisme, sehingga ia harus memegang teguh janji profesinya memberikan pelayanan publik yang terbaik dan memuaskan pelanggan, sehingga bila ada telpon masuk berkaitan dengan urusan keluarga, kalau tidak dalam keadaan darurat bisa dipending dijawab pada jam istirahat, sehingga tidak mengganggu kinerja.

Cinta yang sedang tumbuh tidak bisa diganggu, ketika bersama dengan anaknya ke suatu daerah di ujung kota bagian timur, dalam perjalanan pulang seperti biasanya adalah mampir di warung sate ayam favoritnya untuk menyantap sate ayam tersebut, tanpa diketahui dia sudah memesan perempuan tersebut untuk berjumpa dan bertemu di warung tersebut, dan mengambil pesangannya yang sudah dipesan jauh-jauh waktu, sebelum rombongan tiba di lokasi. 

Gaun merah dan cerah yang dikenakan, begitu mobil putih melaju dan menghampiri warung tersebut dan kelar menyantap sate ayam, melesat meninggalkan lokasi, dibayar semua tagihan tersebut, termasuk satu bungkus sate tersebut untuk perempuan tersebut...sontak dalam hati kecil anaknya bertanya-tanya ada janji dan kencan yang terucap, dan saling menyembunyikan...hingga terbawa dalam perjalanan hingga sampai di rumah...

Setiap rumah tangga yang anggotanya akan membangun keluarga baru, mempunyai cerita dan dinamika persoalan yang berlainan, ada rumah tangga yang lancar dan tanpa gejolak, ketika anggota keluarganya akan melangsungkan pernikahan, atau ketika rumah tangganya sedang mengalami masalah besar, karena salah satu anggota keluarganya melakukan perbuatan perselingkuhan, atau jatuh cinta kepada orang lain dalam ikatan pernikahan yang sah, sehingga membawa masalah baru dalam keluarga, yaitu datangnya orang ketiga dalam harmonisnya rumah tangga...

Timbul dalam hati bertanyaan-pertanyaan kritis terhadap keluarga, bila seorang ayah yang sudah ditinggal istrinya akan kembali menikah dengan perempuan yang dahulu pernah hadir di tengah-tengah pernikahan yang sah, istilah orang pagar makan tanaman, atau rumput tetangga lebih hijau dari rumah sendiri, sehingga tergoda dalam hubungan pernikahan.

Konflik keluarga datang pada masa-masa indah dan kebersamaan sudah terjalin dengan baik. Bila konflik datang, maka kesediaan menyelesaiakan, kesediaan berlapang dada, menerima masukan dan mengambil keputusan yang sulit.

Seperti pernikahan kedua, akan banyak terjadi konflik pada saat awal ketika cinta mulai bersemi, masukan dan kritik dari berbagai penjuru tidak akan bisa meluluhkan cinta yang sudah ngoyot, maka kesadaran masing-masing untuk berdiri pada posisinya masing-masing, inilah konsep Bhineka Tunggal Ika, kemauan menerima berbagai kekurang dan kelebihan yang dimiliki masing-masing pasangan.

Bila mampu melewati kerasnya benturan kepentingan antara keluarga pertama dan keluarga kedua, maka bisa bahagia, namun bila tidak bisa mengendalikan konflik jilid kedua akan menyebabkan konflik sekana tidak akan pudar, itusmuanya kemampuan menegerial dalam mengelola konflik menjadi lebih bermanfaat dan produktif, bukan sebaliknya ini menjadi konflik laten yang tidak pernah beruju, masing-masing pasangan masih menyimpan dendam dengan pihak kedua, maka upaya rekonsiliasi dan saling memaafkan adalah cara bijak atasi kemelut rumah tangga.

Sadari bahwa kebahagiaan adalah tergantung dari masing-masing individu mampu mengantarkan putra putri menjadi wanita Griya Ciptal Laras Bulusulur Wonohiti

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Love Selengkapnya
Lihat Love Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun