Mohon tunggu...
Lidya Natalia
Lidya Natalia Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Lyfe

Karbohidrat Serta Hubungan dengan Protein dan Lemak

5 Juli 2017   22:38 Diperbarui: 5 Juli 2017   23:12 6101
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gaya Hidup. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

Karbohidrat adalah salah satu jenis yang sangat dihindari yang dipercaya menyebabkan kenaikan berat badan. Terdapat dua jenis karbohidrat yang secara struktur kimia nya termasuk dalam karbohidrat tetapi memiliki struktur yang sangat berbeda, yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat memiliki peran penting untuk mendukung kesehatan dan menjadi salah satu dari tiga makro nutrisi yang kita butuhkan selain protein dan lemak. Karbohidrat juga merupakan sumber energi terbesar yang dibutuhkan tubuh dan meiliki peran penting dalam metabolisme protein dan lemak.

Lebih singkatnya, semakin banyak aktivitas fisik yang anda lakukan, maka semakin banyak pula karbohidrat yang anda butuhkan. Idealnya karbohidrat harus berkontribusi pada 50-60% diet harian.

Oleh karena itu cukup penting untuk mengenal dua jenis karbohidrat, yaitu karbohidrat sederhana dan kompleks yang akan dibahas lebih dalam disini.

Karbohidrat sederhana adalah karbohidrat yang hanya memiliki molekul gula yang terdiri dari satu ataupun dua molekul gula, sehingga sangat cepat bagi tubuh untuk mencerna jenis karbohidrat tersebut sehingga memberikan pengaruh peningkatan glukosa pada tubuh. Dalam hal ini yang dimaksud adalah monosakarida dan disakarida.

Monosakarida yang memiliki jumlah molekul gula yang terdiri dari satu buah yang akan berikatan dengan galaktosa, glukosa dan juga fruktosa, sedangkan disakarida dengan jumlah molekul gula yang terdiri dari dua buah akan berikatan dengan lakota, maltosa dan sukrosa.

Karbohidrat sederhana dapat ditemukan dalam buah-buahan yang sudah diolah atau penambahan pemanis tambahan ( seperti sirup buah atau buah kaleng )memiliki kemampuan untuk terpecah dan akan meningkatkan kadar gula dan energi yang cukup tinggi namun juga dibarengi dengan penurunan kadar gula yang dapat memicu diabetes dan menimbulkan cepat lelah, selain itu hanya memberikan rasa kenyang yang cepat.

Kasus orang dengan resiko penyakit diabetes dan jantung koroner tidak disarankan mengkonsumsi karbohidrat jenis ini, tetapi juga tidak boleh menghentikan mengkonsumsi karbohidrat, hanya diganti dengan karbohidrat yang lebih kompleks.

Karbohidrat kompleks menjadi salah satu komponen yang penting dalam diet penurunan berat badan karena menurut pakar Nutrisi Priya Katphal, karbohidrat kompleks kaya akan serat dan lebih sedikit mengandung gula. Karbohidrat kompleks adalah karbohidrat yang terbuat dari molekul gula dan setiap bagian karbohidratnya mengandung tiga atau lebih molekul gula yang stabil karena mengandung molekul gula yang kompleks dan sulit dicerna secara cepat. \Oleh karena hal tersebut, karbohidrat kompleks dapat membuat tubuh memiliki energi dalam jangka waktu lebih lama karena kadar gula dalam darah tidak melonjak atapun menurun secara drastis , serta membuat kadar kolestrol tetap terjaga, dan memberikan stimulus serotonin pada tubuh yang mengontrol emosi dan nafsu makan. Karbihidrat kompleks yang dimaksud adalah oligosakarida dan polisakarida.

Menurut sifatnya, karbohidrat kompleks membutuhkan waktu yang lebih untuk dicerna sehingga membuat tubuh terus mengeluarkan energi untuk menghancurkan dan mengurangi timbunan lemak yang disebabkan oleh kelebihan gula. Kandungan gizi kaya akan kandungan serat yang baik untuk pencernaan dan energi bagi tubuh, mengandung lebih banyak vitamin dan mineral yang dapat membuat kenyang lebih lama dan dapat di temui pada biji-bijian, kacang-kacangan, gandum dan juga sayur-sayuran.

Karbohidrat kompleks terdiri dari dua jenis yaitu zat tepung ( terdapat pada kentang, roti gandum ) dan serat ( buah-buahan, sayur-sayuran dan gandum ).

Karbohidrat 100% diubah ke tubuh menjadi glukosa untuk menghasilkan energi. Defisiensi karbohidrat dapat membuat protein dipecah untuk menghasilkan energi karena tubuh tidak mendapatkan gula dari karbohidrat, kondisi ini akan membuat berkurangnya pasokan protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan serta memicu pembentukan keton di hati.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun