Mohon tunggu...
MI Thoriqul Huda
MI Thoriqul Huda Mohon Tunggu... Guru - Pusat Riset dan Pengembangan Data

Madrasah Ibtidaiyah di Desa Ranupani, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Jelajah Siti Sundari, Romansa Burno, dan Air Terjun Watu Silo

20 September 2021   16:35 Diperbarui: 20 September 2021   16:51 245 1 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Jelajah Siti Sundari, Romansa Burno, dan Air Terjun Watu Silo
Dok. Pribadi

Menuju Desa Burno Kecamatan Senduro tentu memiliki kesan tersendiri, kawasan ini banyak kita jumpai pohon pisang berdampingan dengan rumah warga masyarakat. Tentu yang menjadi lirikan adalah kawasan siti sundari yang selalu ramai dengan pengunjung. Persembahan kekayaan alam dan romantisnya kehidupan masyarakat dengan lingkungan sekitarnya menggoda kacamata penulis untuk mengulas lebih dalam tentang tempat ini.

Bila membahas jarak tempuh dari Kabupaten Lumajang maka jarak desa Burno menuju Kabupaten Lumajang sekitar 21 km, jarak desa burno menuju kecamatan senduro sekitar 3 km, dan jarak desa burno menuju ibukota provinsi adalah 166 km. Tanah pertanian di wilayah desa burno mencapai 594 hektar (14 %) dari luas keseluruhan desa burno yaitu 40,72 km2. Mayoritas pekerjaan masyarakat desa burno adalah petani, peternak, industri kerajinan, pekerja kontruksi, dan pedagang. Di Desa burno juga terdapat unit usaha di bidang usaha susu sapi.

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Untuk menuju wana siti sundari tentu aksesnya sudah sangat mudah bisa dengan sepedamotor dan mobil.  Para Abang Ojek pun siap mengantarkan wisatawan, ongkos dari Pasar Senduro menuju wana siti sundari berkisar antara 30 rb- 50 rb saja. Hutan di sekitar siti sundari menjadi cerita yang tidak pernah ada habisnya. Masyarakat sekitar di hari minggu memanfaatkan sebagai wisata kumpul keluarga dan kerabat kerja. Dengan jarak 2,4 km dari wana siti sundari terdapat Air Terjun Watu Silo.

" Jalan ini apa namanya ya, ya.... Jl.Watu Silo mas. Biasanya dibuat masyarakat untuk mencari rumput/pakan ternak. Dari sini terus saja ikuti jalan nanti ada air terjun watu silo." Ujar mas david warga burno.

Hewan yang diternak oleh masyarakat umumnya Sapi, Kambing, dan Ayam. Untuk menuju air terjun watu silo terdapat dua jalur yang bisa digunakan; Pertama: dari siti sundari desa burno, Kedua: dari bumi perkemahan glagaharum desa kandang tepus senduro. Penulis menggunakan jalur pertama yaitu dari siti sundari desa burno.

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Fasilitas parkiran belum tersedia, alhasil ditempatkan di kebun warga masyarakat saja. Dititipkan kepada pepohonan, karena memang tidak ada manusia yang menjaganya.  Perjalanan dengan setapak kaki dimulai dari tempat ini. Ketinggian berada 830 mdpl, memandang langit terlihat kabut dan melihat arah jalannya terlihat di tumbuhi rumput, pohon anjrah di kanan kiri badan jalan. 

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Di sepanjang perjalanan setapak banyak ditemukan pepohonan damaran (agathis dammara), pohon mahoni (swietenia mahagoni), rumput gajah, pinus,  pisang, pakis, dan yang bisa dikonsumsi langsung adalah buah kecalingan atau stroberi hutan. 

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Jika dikonsumsi rasanya manis-asam. Penulis juga menemukan terdapat tanaman rempah yaitu kapulaga di lereng perjalanan. Selain belum ada petunjuk jalan, setelah hujan maka tanah akan semakin licin. Dibutuhkan stamina ekstra agar selalu fokus. Kadang ada jalan yang masih tertutup oleh tumbuh-tumbuhan.

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Dihitung dari tempat parkir membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai di air terjun watu silo. Kabar dari masyarakat sebenarnya akan lebih mudah jika menuju air terjun watu silo melalui jalur glagaharum kandang tepus senduro, tetapi jika menyukai tantangan dan ingin menguji stamina penulis cukup merasa ngos-ngosan menerjang medan tempuhnya.

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Penamaan "Watu Silo" sendiri sudah menjadi sebutan dari masyarakat sekitar. Di tempat ini memiliki batu-batu besar yang sangat pas untuk dijadikan tempat bersilah (silo) sambil santai mencari inspirasi. Ada juga yang mengisyaratkan adanya 5 batu besar yang sesuai dengan lima sila di pancasila. 

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Air Terjun Watu Silo memiliki sisi lain keunikan dari bentuk curugnya yang diatasnya ada pohonnya. Jika dilihat juga di teras air terjunnya terdapat pertemuan antara 2 aliran sungai. Diperkirakan aliran ini berasal dari Desa Ranupani dan Desa Argosari kabupaten Lumajang. Kedua aliran airnya sama-sama dingin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan