Mohon tunggu...
MI Thoriqul Huda
MI Thoriqul Huda Mohon Tunggu... Guru - Pusat Riset dan Berita Suku Tengger

Madrasah Ibtidaiyah di Desa Ranupani, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Senyuman Berbagi Minuman dan Peduli Lingkungan: Bakti Sosial MIDA Ranupani

9 September 2021   08:03 Diperbarui: 9 September 2021   11:22 427
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Di kala senja di Ranupani kabut tengger telah bersiap turun dari langitnya. Aktivitas masyarakat kian padat dengan kegiatan adat dan nuansa panggung hiburan rakyat. Para pemuda berkoordinasi lewat Handy-Talky guna menertibkan jalannya prosesi sadranan. Hari ini titik keramaian masyarakat suku tengger adalah di sepanjang jalan desa, alhasil jalan harus di tutup sementara sebelum penuh sesak tidak terkendali.

Dokpri
Dokpri
Seluruh lapisan masyarakat hadir dalam kegiatan sadranan. Hembusan angin yang biasanya dingin kali ini hangat dan mewangi dupa. Potret semangat masyarakat mengikuti kegiatan sadranan sungguh luar biasa, jalannya kegiatan dapat berlangsung dengan tertib dan rukun. Lewat sadranan masyarakat memaknai keterikatan leluhurnya dalam batin dan jiwa akan selalu tetap langgeng basuki. 

 

Dokpri
Dokpri

Masyarakat Suku Tengger di Ranupani merupakan masyarakat yang hidup di suatu wilayah berdasarkan kesamaan leluhur. Penulis menemukan fakta bahwa kedekatan antar tetangga pun selalu dilandasi dengan adanya tali sambung nasab (sedulur). 

Jika kita menggali lebih dalam, masyarakat selalu memiliki sambung dulur walaupun itu berada dibeda dusun. Bagi warga masyarakat dusun besaran mereka memiliki banyak keluarga di dusun sidodadi. Pun sebaliknya, warga dusun sidodadi yang memiliki banyak keluarga di dusun besaran. 

Dokpri
Dokpri

Kesempatan mengikuti kegiatan sadranan tahun ini oleh keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Thoriqul Huda (MIDA) Ranupani dipergunakan sekaligus dalam rangka kegiatan bakti sosial dan kegiatan bersih sampah peduli lingkungan. Kesadaran untuk ikut berperan memberikan sumbangsih dan bakti sosial kepada masyarakat suku tengger diwujudkan dalam berbagi minuman gratis kepada anak-anak dan mbah sepuh sepulang dari sadranan.

Seluruh lapisan masyarakat ikut hadir dalam kegiatan sadranan. Anak-anak berjalan dari rumahnya menuju makam bisa sampai 1 km. Ada pula orang tua yang menggendong anaknya. Dengan adanya bakti sosial ini semakin kuat tumbuh solidaritas kita kepada sesama. 

Dokpri
Dokpri

Ada 7 karton teh minuman dan 1 galon air sirup rasa melon semut berenang dingin yang disediakan panitia baksos dalam kegiatan ini. Masyarakat menyambut dengan antusias kegiatan ini khususnya anak-anak. Diakhir kegiatan panitia membersihkan sampah dengan 8 tempat sampah yang sebelumnya disediakan diberbagai titik keramaian. Tentu upaya ini menjadi cara kita peduli terhadap kebersihan lingkungan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun