Mohon tunggu...
Min Adadiyah
Min Adadiyah Mohon Tunggu... nakes ahli gizi, pembelajar manajemen abadi

Penata Impian (karena yakin Sang Maha selalu realisasikan impian kita)

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Pejuang yang Diistirahatkan

30 November 2020   08:44 Diperbarui: 30 November 2020   08:52 14 1 0 Mohon Tunggu...

Pagi ini Hanifa masuk ke ruang kerjanya sambil tercenung agak lama. Hanifa membaca berita dari grup whatsaap kerjanya mengenai salah seorang rekannya yang ternyata namanya ada di daftar pasien isolasi di RS mereka. Ini memang bukan kali  yang pertama ada rekan mereka yang harus dirawat inap karena covid 19, namun bagi Hanifa ini salah satu yang memberatkan hatinya. 

Fahri adalah salah seorang dokter spesialis dalam yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung di RS mereka. Jumlah pasien covid yang terus menerus meningkat dari waktu ke waktu membuatnya harus berjibaku dengan waktu. Pasien covid di RS mereka tetap merupakan hal baru meski sudah selama 8 bulan ini mereka melaksanakan pelayanan untuk pasien covid. Selalu ada hal baru yang menajdi pelajaran dari waktu ke waktu. 

Kalau bicara mengenai pencegahan dan pemakaian APD, Fahri adalah salah seorang yang getol memberikan edukasi. Tim Covid di RS juga selalu bergerak mengembangkan ilmu atas arahan-arahan dari Fahri. Istilahnya, Fahri adalah salah seorang pejuang Covid 19  di RS mereka. Hampir sebagian besar wkatunya didedikasikan untuk penanganan covid di RS mereka. Jarang bisa benar-benar istirahat. hanifa tahu persis hal itu. 

Rupanya, kini  Allah SWT lalu memberikannya kesempatan untuk istirahat. Kali ini harus benar-benar istirahat karena konon tubuhnya terasa lemas terutama karena ada diare juga. Bahkan tak hanya dirinya, keluarganya juga ada beberapa yang positif covid juga. 

Tiba-tiba telepon d i ruang kerja Hanifa berdering. 

"Assalamu'alaikum, dengan Hanifa. Ada yang bisa dibantu?"ujarnya setelah horn telepon di angkatnya. Terdengar suara di seberang. Lita salah satu anggota tim PPI (Pencegahan Pengendalian Infeksi) yang berbicara. 

"Iya dokter. Ini Lita. Mau menyampaikan informasi bahwa ada tracing untuk kasus dokter Fahri. Kami mau konfirmasi dok, menurut informasi beberapa hari lalu dokter intens rapat dengan dokter Fahri ya? Mohon perkenan untuk hari ini dokter juga di swab PCR dok."ujar Lita lugas. Hanifa menghela nafas panjang. 

"Ya mbak. Siap. Jam berapa?"tanya Hanifa. 

"Kurang lebih jam 08 pagi ya dok. Di poli swab."ujar Lita lagi. Hanifa mengiyakan. 

Ini salah satu resiko pekerjaan yang kadang tidak terekspose di masyarakat. Jika kena tracing, maka sebagai tenaga kesehatan mereka harus melakukan isolasi mandiri hingga hasil keluar. Mereka adalah pejuang-pejuang yang kadang harus dipaksa untuk istirahat. 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x