Mohon tunggu...
Mim Yudiarto
Mim Yudiarto Mohon Tunggu... buruh proletar

Aku hanyalah ludah dari lidah yang bersumpah tak akan berserah pada kalah....

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Purnama di Mata Serigala

2 Juli 2020   21:10 Diperbarui: 2 Juli 2020   21:06 103 8 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Purnama di Mata Serigala
Pixabay.com

Purnama meriak di antara kebisingan kota
perlahan menaiki tangga yang tersusun dari asap, debu, dan masa lalu
lalu berhenti di ceruk dan langkan
tempat orang-orang berjalan
di sela-sela jatuhnya malam

Entah ini purnama ke berapa
yang menjadi milik para serigala
sebelum mereka melepas tetes demi tetes airmata
mengenang hutan, savana, dan tundra

Satu demi satu
seribu demi seribu
melenyap dan melindap
habis-habisan dilahap
oleh percakapan demi percakapan
di meja-meja yang menjamu kedatangan peradaban

Serigalanya menjadi domba
hutannya menjadi savana
savananya menjadi tundra
tundranya menjadi padang gembala
bagi cuaca yang semakin keruh berair muka
menjadikannya pancaroba
selamanya

Jakarta, 2 Juli 2020

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x