Mohon tunggu...
Mim Yudiarto
Mim Yudiarto Mohon Tunggu... buruh proletar

Aku hanyalah ludah dari lidah yang bersumpah tak akan berserah pada kalah....

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Maafkan Aku dan Segenap Masa Laluku

23 Mei 2020   03:31 Diperbarui: 23 Mei 2020   03:36 95 12 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Maafkan Aku dan Segenap Masa Laluku
pixabay.com

Mungkin dulu aku pernah menyela percakapan
saat kita berbincang tentang kegembiraan
dengan kalimat meyakitkan
kau bersedih hati, memahat airmata lalu pergi
karena kau pikir aku sengaja melemparkan belati

Maafkan aku dan segenap kalimatku yang berduri
semoga setelah ini kita bisa berbincang lagi
tentang hujan yang memaafkan langit lazuardi
karena telah menjatuhkannya dari tempat sedemikian tinggi
namun kemudian memintanya berawan lagi

Barangkali dulu aku pernah melemparkan cermin
di kala kau hendak bercerita tentang satu saja kata ingin
dengan kaca yang retak dan terbelah-belah
seolah aku mau menunjukkan seperti apa rasa lelah
dan tak membiarkanmu menyelesaikan kisah

Maafkan aku dan segenap ketidakhadiranku
mudah-mudahan kita kembali bisa mengumpulkan percikan tawa
tentang embun yang menjura kepada pagi nan bersahaja
karena telah menerimanya sebagai tamu abadi
dan tak pernah menganggapnya sebagai transaksi jual beli

Apabila dulu aku pernah berteriak
manakala kau sedang hendak berdiam
dan akhirnya terpaksa kau hanya sanggup menggigilkan gumam
sementara aku melanjutkan dengan jeritan
seakan seisi dunia sedang menyeretku dalam kemarahan

Maafkan aku dan segenap masa laluku
telah membuatmu memasuki wilayah paling bersembilu
aku berdoa dari palung terdalam ruh yang ada
agar kau menemukan huruf dan kata bahagia
di setiap gulungan nafas yang masih tersisa

Bogor, 23 Mei 2020

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H
Mohon maaf lahir dan batin

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x