Mohon tunggu...
milma yasmi
milma yasmi Mohon Tunggu... Guru - Belajar menjadi penulis agar dapat menjadi penulis hebat

Kelahiran Kaur tinggal di Seluma Provinsi Bengkulu. Seorang guru matematika, blogger dan guru penggerak angkatan 4

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cinta Seumur Gerhana

10 November 2022   02:44 Diperbarui: 10 November 2022   10:20 243
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

" Sudahlah...Masa laluku disakiti, dicerca, dihina waktu di rumah kakak ipar... Akhirnya dengan bersungguh-sungguh meraih mimpi ingin membuktikan bahwa aku juga bisa mempunyai kemampuan finansial yang bisa mengajak aku bahagia. Tadinya aku menutup pintu urusan ini.... Entah kecolongan kali ini. Menikah pun aku minta pilihkan dengan saudara-saudaraku....Lama aku merawat tumbuhnya rasa kasih sayang denganya.... Sampai sekarang."

"Yeaah .. berarti hampa.....dong."

"Itu mah ....laguku...."

"Katanya sangat sayang......"

"Aku tak mengenal istilah pacaran. Semua kawan-kawanku kuanggap kawan... Waktu itu ada 5 orang  bareng hendak niat melamar. Jadi aku yg bingung... Kuserahkan urusan  itu dengan Allah dan saudara-saudaraku... Pilihan jatuh dengannya. Ia yang sekarang ini menemaniku dalam suka maupun duka. Inilah yg terbaik. Dan dengan  liku-liku kehidupan..... Aku bahagia bersamanya... Meski kami  berbeda.

"Kalau waktu itu Roy..masuk dan datang.....sepertinya juga akan tereliminasi ..." dia sambil mengirimkan fotoku yang sedang tersenyum lepas. Entah darimana ia memperolehnya. Sepertinya aku sedang satu frekuensi dengannya.

"Sudahlah...aku tak bisa dimiliki, karena aku milik orang lain....kaupun demikian..." aku membalas pesannya.

Sadar diri akan hal yang telah terjadi membuat kami saling mengingatkan jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Aku hanya bisa memandangi senyumnya, namun tak bisa kumiliki sampai kapanpun." Aku menambahkan pesanku.

"Aku tahu itu...." Jawabnya singkat

"Senyumlah kawan... Aku bahagia jika kamu bahagia."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun