Mohon tunggu...
Meti Irmayanti
Meti Irmayanti Mohon Tunggu... senang membaca, baru belajar menulis

Dari kota kecil nan jauh di Sulawesi Tenggara, mencoba membuka wawasan dengan menulis dan membaca

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Dunia Menggelepar

2 April 2021   21:15 Diperbarui: 2 April 2021   21:22 142 42 8 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Dunia Menggelepar
Kredit Foto & Hak Cipta: Yuri Beletsky (Carnegie Las Campanas Observatory, TWAN)/ Apod Indonesia

Dunia menggelepar dilindas waktu, berkejaran dengan keserakahan yang menjarah urat-urat nadinya.

Di sisi barat manusia mencipta maut, di sisi timur alam menghantar malapetaka, di tengah-tengah tuhan menutup mata.

Dari sisi ke sisi wajah maut menampak, dunia sendiri tanpa kaki-kaki untuk berlari.

Seperti bayi yang merangkak terlepas dari pandangan bunda.

Ingin bangun di atas kefanaan yang sebentar lagi menutup mata.

Beri aku kawan!, Dunia berteriak.

Aku tak mau menemui batasku dalam kesunyian masa yang tak bisa kukejar.

Aku tak mau menjadi api yang kehabisan nyala ditengah malam gulita yang sendiri.

Seperti lelaki mabuk yang meneguk habis tuak masam dengan tenggorok yang sudah terpenggal.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x