Mohon tunggu...
Nurlita Wijayanti
Nurlita Wijayanti Mohon Tunggu... Menurlita

Lulusan Psikologi yang antusias pada isu kesehatan mental. Wordpress: https://sudutruangruang.wordpress.com/

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Artikel Utama

Sisi Negatif dan Positif Manusia, Sudahkah Memahaminya?

25 Juni 2019   21:24 Diperbarui: 1 Juli 2019   08:49 0 6 2 Mohon Tunggu...
Sisi Negatif dan Positif Manusia, Sudahkah Memahaminya?
Photo by Saksham Gangwar on Unsplash

Sejauh apa kita merenung tentang diri sendiri?
Tentang kelemahan dan kelebihan? 
Rasanya, keduanya sama-sama punya kesempatan untuk lebih menonjol dari satu sama lainnya. 

Pernah dengar istilah negative thinking? Tentu sudah ga asing lagi ya? Berpikiran negatif nampaknya sering dialami orang-orang di sekitar kita, atau bahkan... mungkin sekarang pikiran-pikiran itu sedang bersemayam di kepala kita sendiri, hingga membuat kita merasa tak berguna hidup lebih lama. 

Ekstrem ya? Faktanya, yang berpikir sampai titik ini jumlahnya tidak sedikit. Jika kamu merasakannya juga, coba lah sedikit buka suara, pancingan itu akan membuat kita menyadari bahwa fenomena intrapersonal ini tak hanya dialami oleh seorang diri. Bisa jadi orang yang tak pernah kita duga akan mengalami hal serupa. 

Nah, ada negative thinking, ada juga possitive thinking. Cara memunculkannya sama seperti negative thinking, berkutatlah pada hal-hal yang sekiranya membangkitkan hormon kebahagiaanmu atau yang membangkitkan semangat, dengan aktivitas sesederhana olahraga, menulis, atau menjadi aktivis-relawan. 

Bergumul dengan hal-hal yang positif akan menumbuh-kembangkan emosi-emosi positif, sama halnya kalau kita terus bersahabat dengan pikiran negatif.

Kita pun akan terjebak dalam pikiran negatif yang sebenarnya tak selalu dari lingkungan eksternal, melainkan dari kita yang memilih untuk menerima sumber-sumber pikiran negatif itu. Kalau kita tak menerima, tak mengikuti, dan tak memelihara, tak akan pikiran negatif itu mengubah hidup kita. 

Photo by @plqml | @feliperizo.co on Unsplash
Photo by @plqml | @feliperizo.co on Unsplash
Sampai di titik ini, mungkin akan ada satu atau dua keluhan, "membuat pikiran negatif menjadi positif tidak mudah!" 

Memang tidak mudah.. kalau kamu mau pikiran positif itu diperoleh dalam waktu yang singkat, mustahil. 

Kalau kamu ingin mengubah dua kutub itu mendefinisikan dirimu seutuhnya dengan imbang dan mudah, mustahil juga. 

Kenapa? Titik kemustahilannya adalah kita hidup di dunia yang realitanya amat dinamis. Kedinamisan yang kadang membuat kita bertanya-tanya, kenapa rencana hidup kita kadang tak semulus yang dikira, meski di satu sisi kita yakin, kalau hasil terbaik akan segera muncul dan menyambut kita. Hasil terbaik yang akan kita dapatkan dengan segenap usaha, lapang dada, syukur, dan taqwa. 

Akan ada alasan mengapa kesulitan itu hadir, karena ada nilai perjuangan di sana. Dan perjuangan sering dimaknai: "kita sedang berusaha meraih hal yang berharga."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2