Mohon tunggu...
melisa emeraldina
melisa emeraldina Mohon Tunggu... Lainnya - Menulis untuk Berbagi Pengalaman

"Butuh sebuah keberanian untuk memulai sesuatu, dan butuh jiwa yang kuat untuk menyelesaikannya." - Jessica N.S. Yourko

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Kesalahanku Menangani Wajah Penuh Jerawat

21 Oktober 2021   17:03 Diperbarui: 21 Oktober 2021   20:33 1039
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Wajah Penuh Jerawat (Freepik/freepik)

Namun biaya yang cukup mahal, membuatku berhenti melakukan perawatan di sana. Selain itu, karena jerawatku sering dipencet paksa saat facial, akibatnya banyak bekas bopeng di wajahku. 

Aku harus melalui proses dermabrasi yang mengikis lapisan kulit wajah selama beberapa kali untuk bisa mengurangi bopeng itu.

Sebenarnya aku cukup menyesal dengan bekas bopeng itu.

Cream Berbahaya

Masa berikutnya yang menjamur adalah banyaknya cream berbahaya yang bertebaran di marketplace. Aku pun pernah mencobanya selama beberapa bulan.

Hasilnya terasa sangat menggiurkan. Bagaimana tidak, dalam waktu 2 minggu saja, kulitku jadi putih, bersih, bersinar, dan bebas jerawat. Kala itu, keluar rumah tanpa make up pun aku berani, karena memang wajahku mulus sekali.

Namun setelah aku membaca banyak artikel tentang cream berbahaya, yang memalsukan kode BPOM dan berbagai ciri-cirinya, maka aku menghentikan penggunaan krim-krim itu.

Berat memang. Apalagi melihat wajahku mulai berjerawat lagi setelah menghentikan pemakaian.

Hormon Tak Seimbang

Aku terus banyak membaca artikel tentang perawatan jerawat. Juga berbagai konten di youtube dan media sosial. Akhirnya aku sadar.

"Aku salah melakukan perawatan wajah yang penuh jerawat."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun