Mohon tunggu...
Meisya Zahida
Meisya Zahida Mohon Tunggu... Perempuan penunggu hujan

Sejatinya hidup adalah perjuangan yang tak sudah-sudah

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi: Semakin Hilang

26 Maret 2020   05:26 Diperbarui: 26 Maret 2020   05:46 11 4 1 Mohon Tunggu...

Cahaya itu, kekasih
Telah meredup di ujung mimpi
Bukan lantaran angin
Tapi hujan terlanjur jatuh

Cahaya itu kekasih
Kerlip yang memercik
Saat kata-kata mulai mengunggun
Di atas udara, mencipta bara

Cahaya itu, kekasih
Riap harap yang terbelah
Menjadi molekul-molekul pinta
Subuh kerap mengantar doa
Pada hatimu telah meluka

Cahaya itu, kekasih
Muasal getar dan debar
Selalu kutulis sebagai cinta
Meski tak selalu tinggal
Seperti daun-daun gugur
Tapi semi kerap tumbuh
Dalam syukur

Madura, 26 Maret 2020










VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x