Mohon tunggu...
Meidy Yafeth Tinangon
Meidy Yafeth Tinangon Mohon Tunggu... Lainnya - β–  π»π‘œπ‘π‘–: 𝑀𝑒𝑛𝑒𝑙𝑖𝑠 π‘‘π‘Žπ‘› π΅π‘’π‘Ÿπ‘π‘Žπ‘”π‘– πΎπ‘Žπ‘‘π‘Ž β–  π‘Šπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘’ π‘Žπ‘›π‘‘ π‘ β„Žπ‘Žπ‘Ÿπ‘’ π‘“π‘œπ‘Ÿ π‘–π‘›π‘ π‘π‘–π‘Ÿπ‘–π‘›π‘” π‘Žπ‘›π‘‘ π‘’π‘šπ‘π‘œπ‘€π‘’π‘Ÿπ‘–π‘›π‘”. πΉπ‘œπ‘Ÿ π‘ π‘π‘–π‘Ÿπ‘–π‘‘, π‘π‘’π‘Žπ‘π‘’ π‘Žπ‘›π‘‘ 𝑗𝑒𝑠𝑑𝑖𝑐𝑒

www.meidytinangon.com | www.info-pemilu-pilkada.blogspot.com | www.pikir.net | www.globalwarming.blogspot.com | www.minahasa.blogspot.com| www.mimbar.blogspot.com |

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Pesta Kami, Duka Sang Raja

26 April 2020   13:17 Diperbarui: 26 April 2020   13:28 149 9 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi || citycloud.de

Tuhan!
Kepala kami berpesta
dengan mahkota kesombongan
Mata kami berpesta
dengan kedipan ketidakadilan
Mulut kami berpesta
dengan bahasa kemunafikan
Hati kami berpesta
dengan kasih yang diskriminatif
Tangan kami berpesta
dengan kepalan kekuasaan
Kaki kami berpesta
dengan jejak kezaliman

Tuhan, Raja kami!!!
Tubuh kami berpesta!!!
Namun...
Kau tampak murung

Insaf...
Kami mendukakanMu ya Raja
Ampuni kami
ya Tuhan, ya Raja kami !!!Β 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan