Mohon tunggu...
Meidy Y. Tinangon
Meidy Y. Tinangon Mohon Tunggu... Lainnya - Komisioner KPU Sulut | Penikmat Literasi | Verba Volant, Scripta Manent (kata-kata terbang, tulisan abadi)

www.meidytinangon.com| www.pemilu-pilkada.my.id| www.konten-leadership.xyz| www.globalwarming.blogspot.com | www.minahasa.xyz| www.mimbar.blogspot.com|

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Selalu Ada Cahaya Asa

17 April 2020   22:55 Diperbarui: 17 April 2020   23:55 332
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cahaya Ilahi (Meidy Yafeth Tinangon)

Menatap alam, merenung hidup: "tak ada yang pasti tentang esok" 
Hanya ada gambaran buram  tentang hidup yang tercedrai
Laut mengamuk gelombang mendera, awan hitam mendung durjana
Terik mentari membakar badan, kelam malam menutup pandang
Mahluk mikro mengurung tubuh, 
Corona bermahkota duri membawa bencana
Irama alam hempaskan tubuh insan penghuni bumi
Menusuk kalbu, merobek asa, membunuh semangat, membius nalar
Kapan semua akan berakhir ? Sepanjang hayat dikandung badan ?
Ah tidak ! Selalu ada cahaya asa dalam gelap paling kelam !
Lihat....
Sang surya, terbit dan terbenam, indah memoles pandang
Pelangi sehabis hujan, hangatkan tubuh yang kedinginan
Rembulan tersenyum dan bintangpun menari, tenangkan tubuh dalam malam yang mencekam
Cahaya asa terbang melayang, menembus langit dalam doa para pendosa yang kembali insaf
Hingga akhirnya...
Ada yakin membungkus nurani 
Ada mimpi terlukis indah
Ada inspirasi terobos kebuntuan

Ada nalar tumbuhkan kiat
Ada semangat merasuk raga
Ada bisik  Cahaya Ilahi:  
"Habis gelap, 'kan terbit terang. 
Badai pasti berlalu "

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun