Mohon tunggu...
Lilin
Lilin Mohon Tunggu... Wiraswasta - Perempuan

Perempuan penyuka sepi ini mulai senang membaca dan menulis semenjak pertama kali mengenal A,I,u,e,o

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Monolog Sunyi

23 Agustus 2021   20:26 Diperbarui: 23 Agustus 2021   20:34 86 8 6
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Ayah, apakah ada satu tangga di dunia ini yang bisa mengantarkanku ke surga? Yang kausembunyikan di ruangan sumpek. Di mana kanan-kirinya hanya tumpukan buku-buku tua dengan ribuan rayap memamah biak.

Ayah, di kamar sumpek ini. Sesungguhnya hanyalah tempat pengasingan dunia, yang kau ciptakan meskipun kedua tanganmu telah menyatu dengan tanah.

"Mey, terus merawat lima kaki meja ini, tempat kau menunduk ketika atap rumah nyaris menyentuh kepala." Pesan terakhir itu keluar dari mulut kering musim kemarau terakhir di mataku. Setelahnya hujan turun begitu deras.

Buku-buku tua di kanan-kiri itupun tak sama sekali mengulurkan tangan, guna menghalau basah dari bumi tempatku berpijak. Sejatinya semua hanya menjadi senja-senja yang menyedihkan. Kehilangan usia ....

Kepadamu yang tak menunjukan satupun tangga menuju surga. Aku masih mempertahankan diri, berlama-lama merunduk sedang kedua tangan ingin menggapai atap rumah. Agar selekasnya merobohi tubuh dan menyatukanku dengan tanahmu. Meskipun nanti warna tanahnya berbeda.

Ah, Ayah aku melihat merah wajahmu, dengan garis-garis coklat di kening. Ketika dengan sengaja kuambil satu rayap dari tumpukan buku dan memindahkannya ke salah satu tiang meja, agar lekas patah. Hingga bisa kujadikan tangga ke surga. Maaf Ayah, ruangan ini terlalu sumpek hanya dengan satu kipas angin tanpa baling-baling.

Manukan, 22 Agustus 2021

Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan