Mohon tunggu...
Mega Rachma
Mega Rachma Mohon Tunggu... Mahasiswi Pascasarjana UI dan Content Writer @RuangHalal

Mahasiswi Pascasarjana Ekonomi Keuangan Syariah, Universitas Indonesia. Merangkap sebagai content writer @RuangHalal

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Gadai Syariah dan Tren Gadai di Masa Pandemi

16 September 2020   23:01 Diperbarui: 16 September 2020   23:11 19 1 0 Mohon Tunggu...

Pada mulanya, kehadiran gadai bertujuan untuk memberi manfaat bagi peminjam dan menjadi sebuah cara untuk menghilangkan rentenir yang merajalela. Begitu pula tujuan munculnya gadai syariah yang menggunakan akad rahn

Tujuan lain dari adanya praktik gadai ini adalah menjadi solusi dari masalah keuangan masyarakat sehingga dapat mendukung peningkatan perekonomian serta sebagai pemenuhan kebutuhan pendanaan yang aman, apalagi dengan menggunakan akad sesuai syariat. Tapi bagaimana tren gadai di masa pandemi seperti sekarang?

Berdasarkan artikel yang di muat dalam beberapa portal berita, nasabah yang melakukan transaksi gadai di berbagai daerah tercatat meningkat. Peningkatan nasabah gadai ini tercatat mulai dari bulan April 2020 yang disebabkan oleh mulai menyebarnya pandemi covid-19. 

Kemunculan pandemi tersebut sangat berdampak pada kondisi ekonomi sehingga mayoritas masyarakat yang membutuhkan dana menggadaikan barang miliknya ataupun melakukan perpanjangan masa gadai. Selain itu, terdapat pula kenaikan jumlah nasabah gadai yang baru. 

Namun sebenarnya bagaimana proses pemberian pinjaman gadai dalam gadai syariah? 

Dalam gadai syariah pemberian pinjaman berdasarkan pada barang yang dapat diterima dan yang tidak dapat diterima sebagai jaminan rahn. Prinsipnya, barang yang dapat diterima sebagai jaminan adalah barang yang bernilai ekonomis serta tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang ada. 

Seperti misalnya mobil, motor atau sepeda, perhiasan, mesin traktor, atau lain sebagainya yang telah ditetapkan oleh perusahaan gadai dan gadai syariah dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan.

Sedangkan dalam proses pokok pemberian pinjaman dalam gadai syariah terdapat dua, yakni proses penilaian jaminan dan proses menentukan nilai jaminan. 

Pada proses penilaian jaminan, nilai barang yang menjadi jaminan ditentukan dari kondisi, harga pasar ataupun ketentuan lain sesuai kebijakan perusahaan gadai syariah lalu dilakukan perhitungan untuk menghasilkan nilai taksiran dari jaminan yang akan digadai. 

Berbeda dengan sebelumnya, proses menentukan nilai pinjaman didasarkan pada persentase tertentu dari nilai taksiran jaminan yang mengacu pada pedoman perusahaan gadai syariah.

 Perusahaan gadai syariah dapat memberikan pinjaman lebih rendah dari ketentuan jika nasabah sepakat dan dituangkan dalam surat bukti gadai (rahn). Tentunya perusahaan juga perlu menilai risiko yang sangat mungkin dapat terjadi. Maka dalam proses penentuan pinjaman terdapat lima hal yang menjadi acuan, yaitu:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN