Mohon tunggu...
Mbah Pol
Mbah Pol Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Tiga Fakta Tragis Deklarasi Capres Pilihan Jokowi dan Prabowo

10 Agustus 2018   22:47 Diperbarui: 10 Agustus 2018   22:55 932
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Halo, perkenalken, saya Mbah Pol --Mbahas Politik-. Kali ini simbah mau membahas tentang fakta "tragis" alias menyedihkan saat deklarasi cawapres. Kenapa kok Cuma cawapres? Ya karena capresnya kan sudah jelas, yaitu Pak Jokowi dan Pak Prabowo, yang masih belum jelas kan cawapres beliau berdua. Langsung saja. Ada 3 fakta tragis saat deklarasi cawapres ini, mulai dari sebelum sampai prosesi pengumuman.

Pak Mahfud MD Batal Menjadi Cawapres

Pertama. Yang paling tragis adalah Pak Mahfud MD batal menjadi Cawapres pilihan Pak Jokowi. Menurut simbah, itu adalah fakta yang sangat menyedihkan. Lha wong Pak Mahfud MD sudah menyatakan bahwa Beliau adalah Cawapres yang dipilih oleh Pak Jokowi, dan disiarkan berbagai media besar. Selain itu, berbagai persiapan sesuai arahan, pun telah beliau lakukan. Ngapunten nggih Pak Mahfud.

Nah, Pak Mahfud begitu yakin bahwa beliau yang akan maju saat deklarasi cawapres. Namun faktanya, justru Pak KH Ma'ruf Amin yang dipilih Pak Jokowi sebagai cawapres. Simbah yakin, perubahan nama cawapres dari Pak Mahfud ke Pak Ma'ruf Amin bukan strategi mengelabuhi kubu Pak Prabowo. Dilihat dari ekspresi dan gaya bicara Pak Mahfud, tampaknya pernyataan tersebut jujur. 

Bukan drama. Lagipula, masak sih hanya karena "cawapres" yang belum tentu menang, Beliau "mengorbankan" nama besarnya hanya untuk drama strategi. Jadi simbah yakin ini memang perubahan yang mendadak.

Menurut Simbah, -sekali lagi ngapunten nggih Pak Mahfud-, menurut simbah, mestinya Pak Mahfud jangan menyampaikan kepada siapapun terkait informasi bahwa Pak Jokowi memilih beliau. Biarkan Pak Jokowi yang mengumumkan di depan publik, ya karena memang ada waktu untuk deklarasi. Lagipula, sepertinya memang Capres yang berhak mengumumkan siapa Cawapresnya.

Menurut Simbah, mestinya Pak Mahfud belajar dari peristiwa saat Pak Jokowi mengumumkan nama2 Menteri di awal pemerintahannya lalu. Dimana kabarnya, ada satu nama yang sudah dipilih Pak Jokowi dan sudah siap di Istana dengan dresscode putih, tetapi akhirnya tidak jadi mendapat jatah kursi menteri. Nah, mestinya Pak Mahfud ingat peristiwa itu. Politik sangat dinamis. Mungkin ini bisa menjadi pelajaran untuk Kita semua.

Dalam hal ini, menurut simbah, Pak Mahfud bisa belajar dari Pak Sandiaga Uno. Yang tidak mengumumkan secara jelas bahwa dirinya akan menjadi Cawapres Prabowo. Meskipun Pak Sandiaga dan tokoh lain memberi sinyalemen tersebut, tetapi masih tanda tanya.   Sekali lagi, ngapunten nggih pak Mahfud.

Pak Ma'ruf Amin Cawapres Jokowi, Prabowo Menunda Jam Deklarasi

Dari media, Simbah mendapat berita bahwa Prabowo akan deklarasi Kamis, sebelum jam 12 siang. Kemudian berubah menjadi Jam 7 Malam. Namun, jam 7 malam belum ada kepastian. Prak Prabowo belum ada di lokasi. 

Kemudian menurut reporter di televisi yang simbah tonton, katanya deklarasi diundur jadi jam 10 malam. Namun ternyata, jam 10 malam juga masih nihil. Akhirnya sekitar pukul 11 malam baru mulai deklarasi. Yak, seperti yang telah diketahui, Pak Prabowo memilih Pak Sandiaga Uno sebagai Cawapres.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun