Mohon tunggu...
Khoirudin
Khoirudin Mohon Tunggu... Penjahit - Orang biasa

Hanya orang biasa, tidak lebih dan tidak kurang

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Jika Borobudur adalah Pusat Musik Dunia, Siapa Usernya?

14 Mei 2021   05:34 Diperbarui: 14 Mei 2021   05:36 907
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Periode Angkor dimulai tidak lama setelah tahun 800 M, ketika raja Khmer Jayawarman II mengumumkan kemerdekaan Kambujadesa (Kamboja) dari Jawa dan membangun ibu kota baru di Hariharalaya (kini Roluos) pada ujung utara danau Tonle Sap. Dengan melancarkan ekspedisi militer, persekutuan, perkawinan dan penganugerahan lahan, ia berhasil mempersatukan negara yang berbatasan dengan China (di utara), Champa (kini Vietnam tengah, di timur), lautan (di selatan) dan kawasan yang disebutkan berdasarkan prasasti sebagai "tanah kapulaga dan mangga" (di barat). Pada tahun 802, Jayavarman menyatakan status barunya sebagai "penguasa jagat" (chakrawartin), kemudian mengkaitkan dirinya dengan pemujaan terhadap Shiwa yang ditiru oleh raja-raja penerusnya, dengan mengambil gelar "dewaraja".[5] Sebelum era Jayavarman, Kamboja terdiri atas beberapa kerajaan merdeka yang secara kesatuan disebut oleh bangsa China dengan sebutan negara Funan dan Chenla.

Kerajaan Khmer mendiami wilayah yang sekarang menjadi negara Kamboja dan Thailand.

Asia tenggara abad ke-8
Asia tenggara abad ke-8

Asia tenggara saat ini
Asia tenggara saat ini

Kerajaan Kedah

Kerajaan Kedah (630-1136) didirikan oleh Maharaja Derbar Raja dari Gemeron sekitar 630 Masehi dan dinasti Hindu berakhir ketika Phra Ong Mahawangsa berpindah ke Islam. Menurut tradisi, pendirian Kerajaan Kedah (atau Kadaram) terjadi sekitar tahun 630 M, menggantikan kerajaan kuno Langkasuka. Dikatakan didirikan oleh Durbaraja I, seorang penganut Hindu yang berasal dari Gemeron di Persia. Dinasti Hindu berakhir ketika raja kesembilan, Durbaraja II, diberi gelar "Phra Ong Mahawangsa" oleh orang Siam, baralih menjadi penganut Islam pada tahun 1136. 

Lokasi kerajaan Kedah dan Gangga Negara
Lokasi kerajaan Kedah dan Gangga Negara

Kerajaan Gangga Negara

Kerajaan Gangga Negara meliputi Beruas dan Dinding/ Manjong . Terdapat artefak arca-arca Buddha abad ke-5 dan ke-6 Masehi di Beruas menunjukkan adanya Kerajaan Gangga Negara ini. Kerajaan Gangga Negara berpusat di Beruas. Pendiri Kerajaan Gangga Negara ialah Raja Ganjil Sarjuna dari Kedah. Pendapat lain mengatakan Kerajaan Gangga Negara dibuka oleh Raja Khmer dari Kamboja.

Penutup

Ada 4 kerajaan lain yang berada di wilayah sekitar Sriwijaya dan atau Mataram Kuno yang berhasil dideteksi oleh para pakar sejarah. Kemungkinan besar masih ada kerajaan-kerajaan lain yang tidak tercatat sebab tidak memiliki peninggalan prasasti. Kerajaan-kerajaan itulah yang kemungkinan besar menjadi user langsung ketika Borobudur menjadi pusat peradaban dan juga pusat musik dunia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun