Mohon tunggu...
Maximus Malaof
Maximus Malaof Mohon Tunggu... Terus Bertumbuh dan Berbuah Bagi Banyak Orang

Tuhan Turut Bekerja Dalam Segala Sesuatunya

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Kudeta Partai: Takaran Kemunduran Demokrasi dalam Suatu Partai Politik?

11 Maret 2021   17:06 Diperbarui: 11 Maret 2021   17:21 202 38 0 Mohon Tunggu...

Berbicara tentang adanya kudeta dalam suatu partai politik di tanah air Indonesia ini, bukanlah sesuatu hal atau peristiwa yang baru. 

Sejarah negeri ini mencatat bahwa jauh sebelum adanya isu kudeta dalam tubuh Partai Demokrat yang akhir-akhir ini menyita perhatian masyarakat hingga berujung pada aksi pecat memecat kader dan pengadaan Kongres Luar Biasa (KLB) yang berlangsung di hotel The Hill Sibolangit, Medan Sumatera Utara Itu, telah ada aksi kudeta yang menimpa beberapa partai politik di Indonesia ini.

Sebelum bangsa ini merdeka, telah terjadi adanya kudeta dalam tubuh Partai Sarekat Islam (SI Merah melawan SI Putih). Setelahnya, ada Partai Demokrasi Indonesia versi Soerdjadi melawan PDI Megawati, Partai Kebangkitan Bangsa pendukung Gus Dur melawan pendukung Cak Imin, ada Golkar Aburizal Bakri yang ditandingi oleh Golkar Agung Laksono, Partai Persatuan Pembangunan versi Djan Faridz berhadapan dengan PPP Romahurmuziy, dan Partai Hati Nurani Rakyat versi Oesman Sapta Odang berhadapan dengan Hanura buatan Marsekal Madya (Purn) Daryatmo.

Diketahui bahwa dalam suatu komunitas atau kelompok partai politik yang bernafaskan apapun, didalamnya hidup dan terhimpun individu-individu yang berbeda dalam banyak hal seperti, pendapat, pandangan, ide, gagasan, pola pikir, karakter, dan lain sebagainya untuk menghasilkan banyak jalan dan cara guna mengembangkan keberadaan partai. 

Suatu kelompok hidup yang digagas dan dibentuk dalam bingkai apapun, pastilah memiliki maksud dan tujuan tertentu yang hendak dicapai, termasuk suatu partai politik. 

Menjadi persoalan adalah untuk menyatukan segala sesuatu yang baik yang berupa ide, gagasan, pendapat, dan pandangan dari semua orang yang ada dalam suatu partai untuk sampai pada tujuan dan maksud yang hendak dicapai, terkadang bahkan seringkali terjadi persoalan, perselisihan, bahkan pertengkaran. Ketika hal itu terjadi dan tiadanya kesatuan dan komonikasi yang baik untuk menyatukan kembali semuanya maka, sangat terbuka untuk terjadi perpecahan dalam tubuh suatu partai, termasuk usaha untuk kudeta.

Berangkat dari pengalaman sejauh ini, kudeta dapat dimengerti sebagai usaha pengambilan kekuasaan dari seseorang, terutama dari seorang pemimpin suatu kelompok, dengan cara ilegal, brutal, dan inkonstitusional. Kudeta dapat dilakukan oleh segelintir orang (lihat saja yang terjadi dalam tubuh Partai Demokrat saat ini). Asal saja, mereka-mereka itu, memiliki tujuan dan maksud yang sama. 

Mengapa terjadi kudeta dalam suatu tubuh partai politik? Ketika kudeta dikaitkan dengan suatu partai politik maka, dapat dikatakan bahwa terjadinya peristiwa yang melawan banyak hal seperti, tatanan kehidupan berdemokrasi ataupun aturan dalam suatu partai tersebut, karena adanya perbedaan pandangan, ide, dan gagasan, dari antara beberapa kader partai dengan pimpinan atau beberapa kader penting lainnya untuk mewujudkan tujuan dan maksud baik partai yang bersangkutan.

Oleh karena itu, ketika kubu yang merasa bahwa perlu diadakannya suatu perubahan dan menemukan jalan buntu dari pimpinan, kader pendiri, para senior, dan mereka yang telah memiliki pengalaman dalam kehidupan berpolitik maka, kudeta menjadi pilihan terbaik untuk itu. 

Mereka-mereka yang berani untuk melakukan suatu kudeta, pastilah memiliki jaringan pendukung dalam banyak hal. Amat mustahil bagi segelintir orang yang kemudian berani melakukan suatu gerakan yang pastinya mengandung banyak resiko itu  tanpa adanya pertimbangan, dukungan, dan kekuatan yang matang dari pihak lain, baik dalam tubuh partai sendiri, maupun dari luar partai. 

Melihat bahwa adanya kepentingan yang hendak dicapai dibalik pribadi-pribadi yang melakukan kudeta dalam suatu tubuh partai politik, mengindikasikan bahwa dalam tubuh partai yang bersangkutan, di sana terjadi kemunduran dalam kehidupan berdemokrasi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN