Mohon tunggu...
maulida ridani
maulida ridani Mohon Tunggu... Mahasiswi

Suka nulis aja

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Kenapa Air Laut Asin?

15 Januari 2021   12:22 Diperbarui: 15 Januari 2021   12:28 680 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kenapa Air Laut Asin?
Sumber gambar: Pinterest

Saat musim liburan, pantai adalah salah satu destinasi wisata yang menjadi pilihan kita. Menikmati debur ombak, angin sepoi-sepoi dan aroma asin khas lautan. Bicara soal rasa asin, apa ya yang membuat air laut terasa asin?

Tahukah kamu, Air hujan mengandung karbon dioksida dari udara yang bercampur dengan air membentuk asam karbonat. Hujan yang turun kebumi ini menyebabkan mineral dari batuan terkikis perlahan. Mineral yang larut ini kemudian mengalir melalui aliran sungai dan menuju kelaut. Dan selama jutaan tahun menumpuk membuat laut menjadi asin.

Setelah kita tau bahwa air laut yang asin berasal dari mineral yang dibawah oleh aliran sungai, mengapa air sungai tidak terasa asin? Hal ini dikarenakan kandungan mineral yang mengalir di sungai berasal dari batuan yang kandunganya sangat kecil. Aliran sungai yang berasal dari berbagai daearah berkumpul menuju hilir yakni di lautan. Air di lautan tidak berkurang kemanapun kecuali mengalami evaporasi atau penguapan karena adanya sinar matahari. Proses evaporasi ini tidak menghilangkan kadar garam. Kadar garam dilautan berkurang hanya ketika hewan atau tumbuhan di laut menggunakanya untuk kebutuhan fotosintesis atau metabolisme.

Ketika planet baru terbentuk, lautan kita mungkin tidak terasa asin. Rasa asin ini menumpuk seiring berjalanya waktu. The National Oceanic and Atmospheric Administration memperkirakan bahwa jika kamu mengeluarkan semua garam dari lautan dan menyebarkanya kedaratan, akan membentuk lapisan setebal 500 kaki di seluruh permukaan bumi. wahh luar biasa ya banyak nya...

Lautan bukanlah satu-satunya tempat yang menampung air asin. Laut mati yang berada di perbatasan Yordania dan Israel adalah salah satu perairan paling asin di planet bumi. Laut mati ini sebenarnya adalah sebuah danau. Kebanyakan danau memiliki air yang mengalir keluar, tidak hanya masuk. Hal ini lah yang membuat garam tidak menumpuk di danau sehingga tidak terasa asin. Berbeda dengan laut mati, air yang masuk ke laut mati tidak memiliki jalan keluar. Lokasi danau ini sangatlah kering dan berada sangat jauh di bawah permukaan air laut sehinga membuat air di danau dapat menguap dengan cepat. Salinitas yang tinggi di dekat dasar laut mati ini lah yang menyebabkan garam mengumpal dan membentuk kristal besar.

Namun ada pertanyaan lain, jika lautan menjadi tempat berkumpulnya semua air yang membawa mineral dari sungai-sungai selama bertahun-tahun, apakah air laut bertambah asin seiring bertambahnya usia lautan? Danau yang berada di daratan biasanya menjadi lebih asin seiring bertambahnya waktu, seperti peristiwa di laut mati. Namun air lautan tidak bertambah asin. Lautan berada dalam kesetimbangan secara kimiawi, yakni proporsi dan jumlah garam terlarut per satuan volume laruan hampir konstan dan telah terjadi selama jutaan tahun.

Adanya alam semesta yang seimbang merupakan ciptaan Yang Maha Pencipta sebagaimana yang diajarkan dalam wahyu Allah surat Ali-Imran ayat 189-191 tentang penciptaan langit dan bumi

"Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu (189). Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (190). (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka (191)".

Sumber:

Washington Post

Medium

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN