Mohon tunggu...
Herman Wijaya
Herman Wijaya Mohon Tunggu...

Penulis Lepas.

Selanjutnya

Tutup

Film Artikel Utama

Film "Kafir: Bersekutu dengan Setan", Menikmati Horor dalam Bingkai Artistik

27 Juli 2018   09:59 Diperbarui: 28 Juli 2018   00:00 2318 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Film "Kafir: Bersekutu dengan Setan", Menikmati Horor dalam Bingkai Artistik
Puteri Ayudya dan Nadya Arina dalam film

Film horor ternyata tidak semata-mata soal cerita yang menakutkan; meneror penonton dengan ujud hantu yang seram; kemunculannya yang misterius; atau efek kejut dari musik dan tata suara menggelegar mengagetkan penonton. Film horor juga bisa dibuat artistik, menggunakan konsep sinematografi yang baik sehingga bisa dinikmati gambar-gambar dan alur ceritanya.

Produser film Ir. Chand Parwez Servia dan anaknya Fiaz Servia, sutradara Azhar Kinoy Lubis, penulis scenario Rafi Hidayat dan Upi Avianto bersama Penata Fotografi Yunus Pasolang, mewujudkan hal itu melalui film berjudul Kafir -- Bersekutu Dengan Setan. Tentu saja penata artistik yang mampu menerjemahkan isi skenario, kemampuan sutradara serta para pemain yang cukup lentur memerankan tokoh-tokoh dalam film, sangat membantu, menjadikan sebuah ensamble yang melengkapi untuk mewujudkan sebuah karya sinematografi yang baik.

Korban santet

Film ini mengisahkan sebuah keluarga dengan dua orang anak yang sudah kuliah. Mereka adalah Herman (Teddysyah) sang kepala, Sri (Puteri Ayudya) ibu dari anak-anak yang sudah besar itu, serta kedua anak mereka Andi (Rangga Azof) dan Dina (Nadya Arina).

Suatu ketika saat sedang makan malam, Herman tiba-tiba kesakitan, tersedak, mulutnya memuntahkan beling dan meninggal dengan cepat. Pasca kematian Herman, keluarga tersebut mulai terusik. Sang Ibu, Sri mendapat teror-teror gaib dan sikapnya mulai aneh dan seringkali ketakutan. Sri lalu mendatangi Jarwo (Sujiwo Tedjo), dukun yang telah dikenalnya. Jaro mengatakan Sri diguna-guna oleh seseorang yang benci kepadanya.

Jarwo lalu datang ke rumah Sri, menerawang mahluk gaib yang suka mengganggu Sri dan menangkapnya. Di rumah tempatnya membuka praktek, Jarwo menunjukkan kepada Sri kemampuannya memusnahkan mahluk gaib yang telah ditangkapnya. Namun Jarwo kalah kuat. Dia mati terbakar.

Melihat ibunya yang sering ketakutan, Andi dan Dina berusaha mencegah agar kejadian yang menimpa Bapak tidak menimpa Ibu. Mereka mencari penyebabnya demi menyelamatkan sang Ibu.

Berbeda

Film horor merupakan genre yang telah mendominasi perfilman Indonesia dalam lima tahun terakhir ini. Keberhasil film "Pengabdi Setan" menjadi film horor terlaris dengan 4,5 juta penonton, kemudian disusul dengan Danur dan beberapa film horor lainnya yang mencetak di atas 1 juta penonton, membuat produser film di Indonesia ramai-ramai mengangkat tema ini, kemudian melibatkan sutradara-sutradara terbaik di Indonesia. Hasilnya genre horor semakin menarik untuk ditonton, karena memiliki nilai artistik yang semakin bagus.

Kafir -- Bersekutu Dengan Setan adalah sebuah film yang dirancang dengan cermat, tidak semata-mata mengandalkan visual maupun audio yang bisa meneror penonton, tetapi bisa memanjakan penonton dengan konsep gambar-gambarnya yang indah, tata cahaya artistic dan komposisi yang betul-betul diperhitungkan. 

Bagi penggemar fotografi, ini adalah film yang wajib ditonton. Gambar-gambar yang dihasilkan adalah hasil konsep yang matang. Bahkan untuk pengambilan gambar di luar ruangan (outdoor) komposisi dan tone dirancang dengan baik, menggunakan filter pada lensa yang membuat gambar memperkuat suasana pengadeganan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x