Mohon tunggu...
Ahmad R Madani
Ahmad R Madani Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Penulis lagu, buku, komik, dan skenario film. Pernah dapat nominasi AMI Awards 2015. 3 bukunya terbit di Gramedia. Penulis semua cerita di comicone.id. Sudah menulis 3 skenario film layar lebar. Tumbal: The Ritual (2018), Jin Khodam (2023), Kamu Harus Mati (coming soon).

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Cerita Dapat Job Menulis Film Horor Religi

13 April 2024   07:00 Diperbarui: 13 April 2024   08:40 161
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://www.kompas.com/hype/read/2023/05/16/114534566/siap-tayang-pada-25-mei-film-jin-khodam-rilis-poster-resmi

Film horor religi Indonesia lagi naik daun. Tahun 2023 kemarin ada Khanzab, Sijjin, Qorin, Hidayah, Tasbih Kosong, Waktu Maghrib, Siksa Neraka, Iblis Dalam Darah, Pelet Tali Pocong. Tahun 2024 ini ada Munkar, Tanduk Setan, Pemandi Jenazah, Menjelang Ajal, Siksa Kubur, dan beberapa judul lagi yang akan tayang. Sempat ramai ketika Kiblat banjir kritikan dari netizen, sineas, dan tokoh agama karena dituding mengeksploitasi agama.  

Gina S. Noer, seorang penulis skenario, sutradara, dan produser, melalui instastory-nya menulis, "Kebanyakan film horor menggunakan shalat, doa, zikir, dll cuma jadi plot devices murahan untuk jumpscare karakternya diganggu setan." Ustadz Hilmi Firdausi menyatakan kekhawatirannya bahwa film horor bertema religi tidak mendidik dan malah membuat masyarakat takut untuk beribadah. Adapun Muhammad Cholil Nafis, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, menyebutnya sebagai kampanye hitam terhadap ajaran agama. Akibat kehebohan tersebut akhirnya film Kiblat batal tayang.

Film horor, sebagai sebuah karya seni dan produk budaya, berhak menampilkan dirinya sesuai dengan kemauan para sineas dan produser di belakangnya. Tapi karena ada embel-embel religi, mau tak mau harus siap dikritik oleh masyarakat Indonesia yang relijius, termasuk mau mendengarkan apapun yang menjadi keresahan para tokoh agama. Ini membuktikan kalau rakyat awam dan kalangan ulama peduli terhadap karya anak bangsa.

Saya mau cerita sedikit awal mula dapat job menulis skenario film horor religi. Awalnya saya dihubungi oleh Tema Patrosza, sutradara yang telah dua kali bekerjasama dengan saya dalam film layar lebar. Dia bilang ada produser yang mau bikin film horor religi. Syaratnya, penulisnya harus orang yang ngerti agama!

Sebuah permintaan yang menurut saya terdengar 'aneh'. Tapi sebuah keanehan yang positif. Karena ternyata masih ada produser yang peduli karyanya tidak boleh menyimpang dari ajaran agama. Saya dihubungi karena Tema sudah mengenal saya dengan cukup baik. Dia tahu kalau saya alumni pesantren. Saya pernah mondok di Bogor, Jombang, dan Madinah. Jadi menurutnya saya adalah penulis skenario yang tepat untuk proyek film horor religi.


Lalu bertemu lah saya dengan Dedy Mercy. Kita ngobrol seru sampai maghrib. Nantinya bakal ada beberapa kali pertemuan lagi untuk mematangkan ide dan membahas skenario. Intinya kita berdua saling cocok. Saya salut ketika seorang produser mau mendengarkan suara penulis. Bahkan dalam meeting, tiap scene beliau selalu bertanya, "Bagaimana Pak Ahmad?" Nyaris semua masukan dari saya diterima. Lalu akhirnya film itu pun tayang bulan Mei tahun 2023. Judulnya Jin Khodam.

Hasilnya? Secara review rata-rata bilang bagus. Sebagai komunitas film dengan jumlah subscribers tertinggi (280.000) saat ini, Cine Crib menempatkan Jin Khodam sebagai salah satu film horor terbaik Indonesia dengan score 7/10. "Horor Dedy Mercy yang tidak mengecewakan," kata mereka. Adapun Cineverse berkomentar, "Tidak seperti karya Dedy Mercy lainnya, film ini justru bisa menjadi judul terbaik yang pernah ia buat."  Di IMDB Jin Khodam mendapat rating 8.9.

Berikut adalah beberapa review film Jin Khodam. "Filmnya solid." (Movfreak). "Tampil lebih baik di luar ekspektasi." (Teater.co). "Jin Khodam beda! Ada unsur sosialnya." (Cinemags). "Jin Khodam, film horor terbaru yang dipuji kritikus." (Telisik.id). Dari semuanya, saya paling suka komentar Asma Nadia, penulis novel religi yang karyanya telah banyak difilmkan. Setelah menonton film Jin Khodam di gala premier ia bilang, "Film ini lebih dekat dengan syariat Islam."

Setuju banget! Bagi saya, film horor religi ya harus sesuai dengan ajaran syariat. Bukan malah bikin orang jadi takut beribadah. Jangan bikin umat bingung dan justru menjauh dari agama. Tidak harus penulisnya alumni pesantren. Tapi setidaknya mereka harus melakukan riset dan bertanya kepada ustad, kiyai, ulama sebelum produksi. Tidak ada salahnya dengan pesan sponsor. Tapi akan lebih bagus jika kita juga tidak melupakan pesan moral.

Secara review saya puas. Karya saya benar-benar dihargai. Tapi sayangnya penonton film ini sedikit. Tidak sampai 200 ribu orang. Setelah saya pelajari, ada dua hal yang menjadi penyebabnya. Pertama, kurang promo. Ketika orang mulai banyak yang penasaran ingin nonton, sejumlah layar sudah keburu turun. Ibarat mesin, film ini telat panasnya. Saya berharap film ini bisa ditonton lewat layanan streaming.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun