Mohon tunggu...
Masykur Mahmud
Masykur Mahmud Mohon Tunggu... Freelancer - A runner, an avid reader and a writer.

Harta Warisan Terbaik adalah Tulisan yang Bermanfaat. Contact: masykurten05@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

5 Hal Penyebab Utama PNS Tidak Produktif

23 September 2021   12:47 Diperbarui: 26 September 2021   22:09 2081
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Seorang pegawai negeri sipil (PNS) Pemprov Riau mengenakan masker saat mendapat giliran masuk bekerja di Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Riau.| Sumber: ANTARA FOTO/FB Anggoro

Nah, bagi yang masuk kriteria baik dan sangat baik, berikan pelatihan upgrade skills berdasarkan hasil kinerja. Tentu, jenis pelatihan harus dibuat beda dan terfokus pada kelemahan mereka dan waji terstruktur jelas sesuai yang dibutuhkan.

Pelatihan PNS selama ini condong tidak tepat sasaran dan membuang-buang anggaran. Hasilnya? kinerja tetap sama dan uang hilang. Pelatihan seharusnya dibuat berdasarkan apa yang dibutuhkan bukan sekedar menghabiskan anggaran agar terkesan ada kegiatan.

Bagi PNS yang bestatus sangat baik, beri penghargaan dengan kenaikan level satu tahun lebih cepat dan kenaikan gaji 10%. Ini akan membuat perbedaan jelas antara PNS produktif dan PNS yang tidak berkualitas.

2. Anggaran Kerja Top Down

Anggaran yang mengalir dari atas ke bawah membuat kinerja PNS tidak kreatif. Untuk menjadikan PNS lebih kreatif dan produktif, anggaran harus bersifat project based. 

Misalnya seperti ini, setiap divisi pada setiap institusi harus benar-benar memahami tugas mereka, baik yang primer atau sekunder. Lalu, setiap bulan anggota harus bekerja dalam tim untuk membuat proposal rancangan program yang dipresentasikan kepada atasan.

Apa tujuannya? Agar PNS bekerja lebih terarah dan memiliki rasa tanggung jawab bersama. Teamwork akan menjadikan PNS lebih aware dengan isu penting yang dihadapi masyarakat.

Hasil presentasi setiap divisi lalu dianalisa oleh tim di institusi terkait kemudian yang kreatif merancang proposal berdasarkan kriteria memberi solusi bagi masyarakat akan dipilih dan berhak mendapat uang dengan jumlah tertentu.

Dengan pola ini akan jelas berapa anggaran yang dibutuhkan, target kerja, dan tentu output apa yang bakal dihasilkan. Jika perlu beri penghargaan bagi divisi yang kreatif dan produktif berbentuk rewards liburan bersama keluarga.

Ini perlu dilakukan untuk memutus mata rantai korupsi dari atas. Pola anggaran top down membuat atasan atau orang dengan jabatan tertentu memotong uang secara sepihak. 

Sistem project based juga akan memperlihatkan mana pegawai yang aktif dan kreatif dan mana yang cuma numpang nama tapi tidak punya kemampuan jelas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun