Mohon tunggu...
Maheido
Maheido Mohon Tunggu... Penulis - Blogger Animasi

Penggemar karya animasi dan komik. Blog pribadi: www.maheidoku.web.id

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Animasi Indonesia Mau Dibawa ke Mana?

4 Oktober 2022   10:10 Diperbarui: 11 Oktober 2022   09:07 641
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar: Poster film Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir (hotstar.com)

Misalnya, Nussa, Adit Sopo Jarwo, Kiko & Friends, Si Juki, dan Keluarga Somat. Sebuah catatan yang membanggakan untuk animasi Indonesia.

Banyak Masalah yang Perlu Segera Diatasi

Kita boleh bangga dengan pertumbuhan industri hingga 150% dalam kurun lima tahun tetapi untuk ukuran Indonesia sebenarnya itu sangat kecil.

Jika ditelaah lagi, laporan itu bahkan menunjukkan bahwa banyak studio lokal yang masih belum mampu menciptakan IP animasi miliknya sendiri.

Sepertinya industri animasi Indonesia masih terjebak pada masalah kurangnya aliran investasi, kualitas peralatan, dan jumlah SDM yang mumpuni.

Padahal animasi termasuk produk 'mahal' dari segi alat dan biaya. Proses pembuatannya pun menghabiskan banyak waktu dan tenaga.

Situasi ini juga diperburuk dengan belum adanya ekosistem terpadu yang layak untuk mewadahi gairah pertumbuhan kreativitas animasi lokal.

Mungkin inilah sebabnya kehadiran animasi lokal di berbagai saluran media terkesan belum begitu meriah dan stabil meski sudah ada perkembangan.

Pemerintah Tidak Mengerti Animasi

Hasrat Indonesia untuk mengembangkan sektor animasi sudah ada sejak tahun '80an. Animasi Si Huma (1983) adalah salah satu contohnya.

Meski sudah dimulai sejak lama, animasi Indonesia nyatanya sulit sekali menemukan momentum yang pas untuk mencuri perhatian pasar.

Alasan utamanya karena terus masuknya produk animasi dari mancanegara dengan kualitas lebih baik yang 'tidak terkendali' ke pasar domestik.

Masalah itu ditambah lagi dengan buruk dan payahnya dukungan Pemerintah terhadap perkembangan industri animasi dalam negeri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun